PSPK – 28 Maret 2026 | Selama bertahun‑tahun para pembaca manga Dragon Ball asal Indonesia selalu menebak‑tebak sosok misterius yang muncul pada panel Turnamen Seni Bela Diri Dunia. Pada akhirnya terungkap bahwa tokoh tersebut adalah Wayan Budhiyasa, seorang pemandu wisata dari Pulau Dewata yang sempat bertemu dengan Akira Toriyama pada tahun 1985.
Pertemuan itu terjadi ketika Toriyama mengunjungi Bali untuk mencari inspirasi. Wayan mengantar sang kreator keliling pulau, memperkenalkan arsitektur tradisional, upacara, dan suasana khas Bali. Pengalaman itu sangat berkesan hingga Toriyama menuliskan unsur budaya Bali dalam beberapa bab manga, termasuk gerbang Budōkai yang menyerupai gapura terbelah.
Dalam bab berjudul “Let the Contest Begin!!” yang dirilis pada tahun yang sama, Toriyama menyisipkan karakter yang menyerupai Wayan. Karakter tersebut tampak berada di luar gerbang ketika Goku, Krillin, dan Master Roshi tiba di arena turnamen. Nama “Budhiyasa” dituliskan pada lengan kaos salah satu peserta, dan nama “Wayan” muncul pada sebuah koper di panel lain.
Setelah puluhan tahun, kabar tentang Wayan Budhiyasa kembali muncul lewat media sosial. Pada tahun 2026, anaknya, Cinintya, membagikan foto ayahnya berusia sekitar enam puluh tahun melalui kolom komentar pada unggahan akun TikTok @smugstick. Dalam keterangan, ia menuliskan, “Ayahku bilang ‘hai’ ke TikTok.” Foto tersebut mendapat beragam komentar positif dari para penggemar Dragon Ball yang mengungkapkan kebahagiaan melihat pemandu wisata Bali itu dalam kondisi sehat.
Cinintya menambahkan bahwa ayahnya sangat bersyukur masih mendapatkan dukungan dan kecintaan dari para penggemar Dragon Ball. Seorang pengguna TikTok menulis, “KEREN!!!!!! Bilang ke dia kalau dia sangat dicintai sama kita yang suka Dragon Ball! Bener‑benar legendaris.”
Kisah Wayan Budhiyasa menjadi contoh nyata bagaimana interaksi antarbudaya dapat menghasilkan karya seni yang melintasi batas geografis. Kehadirannya dalam Dragon Ball tidak hanya menambah warna pada cerita, tetapi juga mengangkat kebanggaan budaya Bali ke panggung internasional.












