PSPK – 27 Maret 2026 | Tokyo – SoftBank Group mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka telah berhasil memperoleh fasilitas pinjaman jangka pendek senilai US$40 miliar. Dana ini akan digunakan untuk memperkuat komitmen investasi pada OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, serta untuk keperluan umum perusahaan.
Pinjaman tersebut berupa bridge facility yang akan jatuh tempo pada Maret 2027. Fasilitas ini tidak dijamin, artinya tidak ada agunan khusus yang diberikan oleh SoftBank. Pihak‑pihak yang berperan sebagai pemberi pinjaman meliputi beberapa bank dan lembaga keuangan ternama:
- JPMorgan Chase
- Goldman Sachs
- Mizuho Bank
- Sumitomo Mitsui Banking Corp
- MUFG Bank
Sebelumnya, SoftBank telah menandatangani komitmen investasi sebesar US$30 miliar ke OpenAI melalui Vision Fund 2. Dengan tambahan dana pinjaman ini, total eksposur SoftBank terhadap OpenAI diperkirakan mencapai US$70 miliar, menandai salah satu langkah terbesar dalam sejarah investasi perusahaan Jepang di sektor kecerdasan buatan.
Berikut adalah ringkasan utama dari fasilitas pinjaman yang baru saja disepakati:
| Elemen | Detail |
|---|---|
| Jumlah Pinjaman | US$40 miliar |
| Jenis Fasilitas | Bridge facility (pinjaman jangka pendek) |
| Jatuh Tempo | Maret 2027 |
| Jaminan | Tidak ada (unsecured) |
| Pemberi Pinjaman | JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Mizuho Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp, MUFG Bank |
Pendanaan ini diharapkan memberikan SoftBank fleksibilitas likuiditas yang lebih besar, sekaligus memperkuat posisi OpenAI dalam mengembangkan model‑model AI generatif yang semakin mendominasi pasar teknologi global. Analis pasar menilai bahwa langkah ini dapat mempercepat adopsi teknologi AI di berbagai sektor, mulai dari layanan konsumen hingga aplikasi bisnis.
Di tengah persaingan ketat antara raksasa teknologi dalam bidang AI, kemampuan SoftBank untuk mengamankan dana dalam skala besar menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem kecerdasan buatan.












