PSPK – 26 Maret 2026 | Beijing – Pada Minggu (26 Maret) lalu, sebuah insiden yang terjadi dalam Marathon Chengdu, ibu kota provinsi Sichuan, menjadi sorotan luas setelah video dua pelari menjadi viral di platform media sosial Tiongkok. Kedua pelari tersebut kemudian dikenai sanksi larangan berkompetisi selama dua tahun oleh Asosiasi Atletik Sichuan.
Pelari pertama, seorang wanita dengan nama belakang Wang, tiba‑tiba berhenti di tengah lintasan, menjatuhkan tubuh ke tanah dalam posisi split sempurna dan mengangkat kedua tangan membentuk hati. Tindakan tersebut dianggap menghalangi jalannya perlombaan dan berpotensi membahayakan keamanan pelari lain.
Pelari kedua, seorang pria bernama Zhang, terlihat mengenakan atasan kuning neon sambil membawa ransel transparan yang dipenuhi dengan gel energi, paket makanan, dan perlengkapan lain yang biasanya disediakan di pos‑pos bantuan selama lomba. Asosiasi mengklaim bahwa Zhang secara ilegal mengambil perlengkapan tersebut untuk kepentingan pribadi.
Kedua atlet tersebut tidak hanya didiskualifikasi dari lomba hari itu, tetapi juga dilarang berpartisipasi dalam seluruh marathon di provinsi Sichuan selama dua tahun. Penegakan sanksi tersebut dijelaskan sebagai upaya menegakkan disiplin lomba, menjaga lingkungan kompetisi yang adil, serta memastikan keselamatan dan ketertiban acara.
Video insiden tersebut menarik perhatian hampir tiga juta penonton di platform mikroblog Weibo, memicu beragam reaksi negatif. Beberapa pengguna menuntut larangan permanen bagi pelaku, sementara yang lain menilai tindakan tersebut sebagai manifestasi keegoisan ekstrem.
- Larangan dua tahun bagi Wang dan Zhang.
- Diskualifikasi dari Marathon Chengdu 2024.
- Penegakan disiplin oleh Asosiasi Atletik Sichuan.
Kasus ini menambah deretan insiden aneh yang menimpa dunia marathon di China, yang terus berkembang pesat. Sebelumnya, seorang petugas lomba mendapat sanksi satu tahun karena secara keliru menghalangi pemenang melewati garis finis di acara di Chongqing. Insiden lain melibatkan pelari yang melompat ke sepeda sewaan dan mengambil jalan pintas selama perlombaan.
Secara keseluruhan, kejadian ini menegaskan pentingnya kepatuhan pada regulasi perlombaan dan menyoroti tantangan dalam mengelola acara massal yang menarik jutaan penonton secara daring.












