PSPK – 24 Maret 2026 | Apple kembali menjadi sorotan setelah laptop MacBook Neo menunjukkan performa yang tak terduga pada uji multitasking ekstrem. Meskipun dilengkapi dengan RAM 8 GB, perangkat ini berhasil menjalankan sekitar 60 aplikasi sekaligus tanpa mengalami crash.
Uji coba dilakukan oleh channel YouTube Hardware Canucks yang menargetkan batas memori pada MacBook Neo. Selain membuka puluhan aplikasi, laptop juga tetap memutar streaming video, menjaga sistem operasi macOS tetap stabil, kursor responsif, dan hanya mengalami peningkatan konsumsi baterai yang wajar.
Sebagai perbandingan, laptop berbasis Windows dari seri Lenovo Legion diuji dengan cara yang sama. Pada kondisi serupa, perangkat tersebut mengalami “black screen” dan berhenti beroperasi, bukan masuk mode sleep atau hibernate.
Para pengamat di media sosial, termasuk platform X, memperdebatkan perbedaan hasil tersebut antara macOS dan Windows. Salah satu faktor kunci yang disorot adalah penggunaan unified memory pada MacBook Neo, di mana RAM terintegrasi langsung dalam chipset Apple A18 Pro. Pendekatan ini memungkinkan manajemen memori yang lebih efisien dibandingkan arsitektur konvensional.
Walaupun pengujian ini tidak mencerminkan skenario penggunaan harian, temuan tersebut menegaskan bahwa optimasi perangkat lunak dan perangkat keras dapat memaksimalkan kinerja lebih dari sekadar kapasitas RAM. Bagi pengguna profesional yang memerlukan beban kerja berat secara terus‑menerus, varian dengan RAM lebih besar tetap menjadi pilihan yang lebih aman.
MacBook Neo diposisikan sebagai laptop untuk kebutuhan sehari‑hari. Versi dengan penyimpanan 512 GB dibanderol sekitar USD 689,99, sedikit di bawah harga awal USD 699.












