Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

APP Group Perkuat Restorasi Lanskap dan Pembiayaan Karbon lewat Kolaborasi Global

March 24, 2026 • 0 Views
APP Group Perkuat Restorasi Lanskap dan Pembiayaan Karbon lewat Kolaborasi Global
APP Group Perkuat Restorasi Lanskap dan Pembiayaan Karbon lewat Kolaborasi Global

PSPK – 24 Maret 2026 | Jakarta, 23 Maret 2026 – APP Group menegaskan kembali komitmennya dalam memperkuat aksi iklim global melalui restorasi lanskap, pembiayaan karbon, dan kolaborasi multi‑pemangku kepentingan.

Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, menjelaskan bahwa keberlanjutan ekosistem merupakan fondasi utama bagi industri pulp dan kertas. “Industri kami hanya dapat tumbuh di atas lanskap yang sehat. Investasi pada restorasi, teknologi pemantauan, dan kerja sama lintas sektor menjadi strategi penting untuk meningkatkan ketahanan rantai pasok, mengurangi risiko operasional, dan membangun kepercayaan pasar global terhadap produk Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Platform Regenesis dan Rencana Investasi

Melalui platform keberlanjutan Regenesis, APP Group mengubah kebijakan Forest Conservation Policy (2013) menjadi Forest Positive Policy. Kebijakan ini menargetkan investasi sebesar US$30 juta per tahun selama sepuluh tahun ke depan untuk beberapa bidang utama:

  • Pemulihan ekosistem hutan tropis dan lahan gambut.
  • Konservasi keanekaragaman hayati.
  • Pengembangan proyek karbon biru.
  • Peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar area operasional.

Investasi tersebut sejalan dengan target nasional FOLU Net Sink 2030, pelaksanaan Article 6 Perjanjian Paris, serta upaya penguatan tata kelola pasar karbon Indonesia melalui IDXCarbon.

Suara Pemangku Kepentingan

Aditya Bayunanda, Direktur WWF Indonesia, menekankan pentingnya pemilihan area intervensi yang strategis secara ekologis dan sosial. Ia menyarankan agar perusahaan fokus pada wilayah dengan habitat penting, tingkat keanekaragaman hayati tinggi, serta jasa lingkungan yang meliputi air, budaya, dan layanan ekosistem lainnya.

Beria Leimona, Theme Leader CIFOR‑ICRAF, menambahkan bahwa keberhasilan kolaborasi tidak hanya bergantung pada solusi berbasis sains, melainkan juga pada legitimasi sosial. “Mendengarkan pengetahuan lokal dan melibatkan masyarakat dalam proses negosiasi menjadi kunci keberlanjutan jangka panjang,” tegasnya.

Para pemangku kepentingan di forum COP30 sepakat bahwa restorasi hutan tropis memerlukan kombinasi pendekatan ilmiah, dukungan sosial, dan pendanaan jangka panjang untuk mencapai hasil yang efektif.

Dengan strategi terpadu ini, APP Group berharap dapat meningkatkan kontribusi Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi komunitas lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *