PSPK – 21 Maret 2026 | AEK Athens kembali menjadi sorotan utama dalam dua kompetisi sekaligus menjelang akhir musim 2025/2026. Di satu sisi, klub asal Athena berjuang mengamankan posisi teratas pada Liga Super Yunani yang kini berada pada tahap penentuan judul. Di sisi lain, AEK harus menyiapkan diri untuk laga penting di Liga Konferensi Eropa setelah kegagalan di babak grup yang menempatkan mereka pada jalur eliminasi langsung.
Persaingan Ketat di Akhir Musim Liga Super Yunani
Memasuki putaran ke-26, tiga tim papan atas—PAOK, Olympiacos, dan AEK Athens—masih terikat pada poin yang sama, yakni 57 poin. PAOK memimpin klasemen berkat selisih head‑to‑head, namun AEK tidak boleh lengah karena selisih kecil dapat berubah dalam sekejap. Pada pekan terakhir regular season, AEK dijadwalkan menjamu Kifisia di markas mereka, sementara lawan langsung mereka, Olympiacos, akan menampakkan diri melawan Larissa.
Berikut jadwal krusial AEK pada putaran penutup:
- Putaran 26: AEK Athens vs Kifisia (kandang)
- Putaran 27 (Play‑off): Potensi melawan PAOK atau Olympiacos tergantung hasil akhir regular season
Kifisia, meski berada di zona menengah, masih berambisi menembus delapan besar, sehingga mereka akan berusaha keras untuk mencuri poin di depan gawang AEK. Bagi sang tuan rumah, kemenangan mutlak diperlukan untuk menjaga peluang meraih gelar atau setidaknya mengamankan tempat di play‑off yang seimbang.
Misi di Liga Konferensi Eropa
Di kompetisi Eropa, AEK Athens mengalami kemunduran setelah mengalami kekalahan 2‑0 dari Celje di laga tandang, meski sebelumnya mencatat kemenangan 4‑0 melawan tim Slovenia. Pada fase gugur, AEK dijadwalkan berhadapan dengan Rayo Vallecano Spanyol, tim yang telah melewati fase grup dengan performa cukup solid. Pertarungan ini akan menentukan siapa yang melaju ke perempat final bersama Strasbourg dan Mainz.
Berikut rangkaian pertandingan AEK di Liga Konferensi Eropa:
- Babak 16 besar: AEK Athens vs Celje (kalah 2‑0)
- Putaran selanjutnya: AEK Athens vs Rayo Vallecano (tanggal belum ditetapkan)
Keberhasilan melampaui Rayo Vallecano tidak hanya memperpanjang perjalanan AEK di panggung Eropa, tetapi juga meningkatkan reputasi klub di mata sponsor dan pendukung internasional.
Strategi Pelatih Alexander Dimitrov dan Dampaknya
Pelatih asal Bulgaria, Alexander Dimitrov, yang kini memimpin AEK Athens, mengadopsi taktik fleksibel yang menekankan pressing tinggi dan transisi cepat. Dalam pertemuan terakhir melawan Celje, Dimitrov mengubah formasi menjadi 3‑4‑3 dengan peran wing‑back yang agresif, namun hasilnya belum memuaskan. Menyadari kebutuhan untuk meningkatkan pertahanan, dia berencana kembali ke formasi 4‑2‑3‑1 pada laga melawan Kifisia, memberikan kestabilan di lini tengah.
Selain itu, Dimitrov menaruh kepercayaan pada beberapa pemain muda yang baru dipanggil ke skuad utama, seperti forward muda Konstantinos Papadopoulos yang mencetak gol penting pada pertandingan melawan Volos. Integrasi pemain muda ini diharapkan menambah variasi serangan tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Harapan dan Tantangan Kedepan
AEK Athens kini berada pada persimpangan penting. Di satu sisi, mereka harus mengamankan tiga poin melawan Kifisia untuk tetap berada di puncak klasemen dan menyiapkan diri menghadapi play‑off yang diprediksi akan menjadi pertarungan sengit antara tiga raksasa Yunani. Di sisi lain, tantangan di Liga Konferensi Eropa menuntut mereka untuk bangkit dari kekalahan dan menyiapkan strategi melawan Rayo Vallecano yang memiliki lini serang cepat.
Jika AEK dapat mengoptimalkan taktik Dimitrov, memanfaatkan kedalaman skuad, serta menjaga konsistensi mental di kedua kompetisi, peluang mereka untuk meraih trofi domestik dan menembus babak delapan besar Eropa menjadi semakin nyata. Namun, kegagalan dalam satu laga saja dapat menurunkan semangat dan memicu tekanan dari media serta suporter yang menuntut hasil maksimal.
Dengan jadwal yang padat dan tekanan yang terus meningkat, AEK Athens berada di ambang keputusan penting yang dapat menentukan arah klub selama beberapa tahun ke depan.












