Project Seru Penuh Kejutan

Tren Utama Telekomunikasi Global dan Peluang Modernisasi di Indonesia

March 20, 2026 • 0 Views
Tren Utama Telekomunikasi Global dan Peluang Modernisasi di Indonesia
Tren Utama Telekomunikasi Global dan Peluang Modernisasi di Indonesia

PSPK – 20 Maret 2026 | Jakarta – Pada Mobile World Congress 2026, Ben Panic, Wakil Presiden Global Sales Telco Centre of Excellence & Head of APAC Telco Sales Red Hat, menyoroti empat domain yang kini mendominasi industri telekomunikasi global serta menekankan urgensi modernisasi jaringan di kawasan Asia‑Pasifik, khususnya Indonesia.

Keempat domain tersebut meliputi:

  • Horizontal Telco Cloud – pergeseran dari model vertikal tradisional ke platform terbuka yang memungkinkan operator memilih perangkat keras dan perangkat lunak dari vendor manapun, meningkatkan fleksibilitas dan menurunkan biaya operasional.
  • Virtualisasi – memindahkan fungsi jaringan ke lingkungan berbasis software untuk meningkatkan efisiensi sumber daya.
  • Kecerdasan Buatan (AI) – penggunaan AI untuk otomatisasi jaringan, analitik, dan layanan pelanggan seperti chatbot.
  • Sovereign Cloud – inisiatif penyimpanan data secara on‑shore yang menjawab kekhawatiran kedaulatan data, terutama di wilayah APAC dan EMEA.

Horizontal Telco Cloud menjadi topik terpanas karena memberikan kebebasan bagi operator untuk menggabungkan inti jaringan dari berbagai vendor (misalnya Ericsson dan Nokia) serta memanfaatkan akselerator GPU untuk beban kerja AI. Setelah beralih ke model horizontal, tidak ada operator global yang kembali ke model vertikal.

Di sisi lain, AI dan sovereign cloud muncul sebagai pendorong utama inovasi. Telco kini mengimplementasikan AI untuk mengoptimalkan operasi jaringan dan meningkatkan pengalaman pelanggan, sementara sovereign cloud menawarkan peluang layanan baru yang sesuai dengan regulasi data lokal.

Indonesia, yang selama ini lebih banyak mengadopsi solusi vertikal, kini mulai merambah ke arah horizontal cloud. Negara ini memiliki keunggulan strategis karena dapat belajar dari negara‑negara telco matang seperti Jepang, Korea, dan India. Modernisasi jaringan dianggap mendesak mengingat persaingan yang ketat; operator harus dapat meluncurkan layanan baru dalam hitungan jam, bukan bulan.

Prioritas investasi yang disarankan oleh Panic mencakup:

  1. Modernisasi jaringan menjadi platform terbuka dan horizontal.
  2. Penerapan AI setelah jaringan terbuka untuk meningkatkan layanan dan pendapatan.
  3. Pengembangan sovereign cloud untuk memenuhi regulasi data dalam negeri.

Proses migrasi diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga tahun, dengan pendekatan “build‑and‑run alongside” alih‑alih “rip‑and‑replace”. Langkah jangka panjang adalah transformasi operator telco menjadi perusahaan teknologi (techco) yang berfokus pada AI, dengan target utama sekitar tahun 2030.

Dengan mengadopsi model horizontal, memanfaatkan AI, dan mengembangkan sovereign cloud, Indonesia berpotensi mempercepat digitalisasi, menurunkan biaya operasional, dan membuka peluang pendapatan baru bagi para operator telekomunikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *