PSPK – 18 Maret 2026 | Pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026 menyuguhkan drama menegangkan di Jakarta International Stadium (JIS) ketika Persija Jakarta menjamu Dewa United pada Minggu, 15 Maret 2026. Pertandingan yang awalnya tampak menguntungkan bagi Macan Kemayoran berakhir imbang 1-1 setelah penalti penting gagal dimanfaatkan oleh penyerang asal Brasil, Maxwell Souza.
Gol Pembuka yang Membawa Harapan
Menjelang jeda istirahat, Emaxwell Souza berhasil menembus pertahanan Dewa United dan mencetak gol pada menit 45+4. Gol tersebut memicu sorakan lantang para pendukung Persija yang mengisi stadion hampir penuh. Keunggulan satu gol memberi sinyal kuat bahwa Persija berpeluang mengamankan tiga poin di kandang.
Balik Haluan Dewa United dan Kesempatan Penalti
Namun, di babak kedua Dewa United tidak tinggal diam. Alexis Messidoro menyamakan kedudukan menjadi 1-1, memaksa Persija kembali berjuang. Pada menit-menit akhir, wasit memberikan hukuman penalti kepada Persija setelah pelanggaran di dalam kotak penalti. Maxwell Souza, yang baru saja menjadi pahlawan di babak pertama, melangkah maju sebagai eksekutor.
Sayangnya, tendangan penalti itu meleset, meninggalkan skor tetap imbang. Kejadian tersebut menjadi titik balik emosional bagi Maxwell, yang secara terbuka mengakui rasa bersalahnya di depan rekan satu tim dan suporter.
Permintaan Maaf dan Refleksi Maxwell
Setelah peluit akhir berbunyi, Maxwell Souza mengungkapkan perasaannya melalui konferensi pers singkat. Ia menuturkan, “Sepak bola memang bisa memberi kebahagiaan dan kesedihan dalam satu menit. Saya bertanggung jawab penuh atas hasil imbang ini dan meminta maaf kepada rekan-rekan setim serta para penggemar atas kegagalan penalti tersebut.” Maxwell menegaskan bahwa kegagalan itu tidak akan meruntuhkan mentalnya. Ia berjanji akan menjadikan momen tersebut sebagai pelajaran berharga untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Reaksi Pelatih Mauricio Souza
Pelatih Persija, Mauricio Souza, juga menyampaikan kekecewaannya. Ia mengakui bahwa suporter merasakan frustrasi yang sama seperti pemain. “Kami juga merasakan kekecewaan yang sama. Namun, saya tidak melihat kurangnya usaha dari para pemain. Kami lebih baik daripada Dewa United pada banyak aspek,” ujar Mauricio dalam pernyataan resmi.
Mauricio menambahkan bahwa kondisi lapangan yang kurang optimal memengaruhi kualitas permainan kedua tim. Ia menolak untuk terlalu terpengaruh oleh komentar di media sosial, menekankan fokus pada analisis performa tim yang dapat dikendalikan.
Strategi dan Tantangan Kedepan
Dengan sembilan laga tersisa, Persija masih berada enam poin di belakang pemuncak klasemen, Persib Bandung. Maxwell, yang telah mencetak 14 gol musim ini, menegaskan tekadnya untuk bangkit. “Kesalahan harus menjadi pelajaran untuk perjalanan panjang ke depan. Saya akan bangkit dan kembali lebih kuat,” ujarnya.
Pelatih Mauricio juga mengungkap kebiasaan kerja kerasnya, termasuk begadang hingga dini hari untuk menganalisis data pertandingan. Ia menegaskan, “Saya fokus pada hal-hal yang dapat saya kendalikan, bukan sekadar komentar di media sosial. Kami akan berjuang hingga akhir musim untuk menjaga peluang gelar tetap hidup.
Suporter dan Harapan
Suporter Persija, atau Jakmania, tetap memberikan dukungan meski ada rasa kecewa. Mereka berharap tim dapat memanfaatkan poin yang masih dapat diraih dalam sisa kompetisi. Kegagalan penalti menjadi pelajaran kolektif, tidak hanya bagi Maxwell, tetapi juga bagi seluruh elemen tim.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menegaskan betapa tipisnya garis antara kemenangan dan imbang di level tertinggi Liga Super Indonesia. Persija Jakarta kini harus mengatasi rasa bersalah, memperbaiki konsistensi, dan menyiapkan diri untuk laga-laga krusial yang akan datang.
Dengan semangat yang masih menyala, Maxwell Souza dan Mauricio Souza berjanji akan kembali mengukir kemenangan, mengembalikan harapan suporter, dan memperjuangkan posisi Persija di papan atas klasemen.












