PSPK – 18 Maret 2026 | Pertandingan sengit antara Persija Jakarta dan Dewa United FC di Jakarta International Stadium (JIS) pada 15 Maret 2026 berakhir imbang 1-1, meninggalkan rasa pahit bagi pendukung Macan Kemayoran. Persija sempat unggul lebih dulu lewat gol di menit tambahan babak pertama, namun Dewa United berhasil menyamakan kedudukan menjelang akhir laga. Kesempatan emas untuk mengunci kemenangan muncul di menit akhir ketika Maxwell Souza diberi tugas mengeksekusi penalti, namun tendangannya meleset dan menambah beban mental pemain serta tim.
Jalannya Laga
Sejak peluit awal, kedua tim menunjukkan intensitas tinggi. Persija, yang bermain di kandang, menekan pertahanan Dewa United dengan serangan sayap cepat dan kombinasi pendek di lini tengah. Dewa United, di sisi lain, mengandalkan pertahanan terorganisir dan serangan balik yang mengancam. Kesempatan pertama muncul pada menit ke-22 ketika striker Persija, Marko Simic, hampir mencetak gol setelah menerima umpan silang, namun bola meleset tipis di tiang gawang.
Gol pertama tercipta pada menit 45+4. Maxwell Souza, yang menempati posisi penyerang, menerima umpan lob dari gelandang tengah dan menaklukkan kiper Dewa United dengan tembakan keras ke sudut kanan bawah. Sorakan penonton menggelegar, menandakan harapan baru bagi Persija menjelang babak kedua.
Balasan Dewa United
Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih percaya diri. Namun, Dewa United tidak tinggal diam. Pada menit ke-68, mereka memanfaatkan serangan balik cepat yang dimulai dari lini pertahanan. Gelandang kreatif Dewa United, Rudi Hartono, memberikan umpan terobosan kepada penyerang utama, Andi Pratama, yang mengeksekusi tembakan akurat ke gawang. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa Persija mencari cara untuk kembali unggul.
Kesempatan Penalty yang Gagal
Di menit ke-86, persaingan semakin memanas. Persija berhasil memaksa Dewa United melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti setelah serangan terorganisir dari sisi kiri. Wasit segera mengangkat bendera, memberi Maxwell Souza peluang emas untuk menambah satu gol lagi. Dengan tekanan tinggi dan sorakan suporter di sekitarnya, Maxwell berlari ke titik penalti.
Namun, tendangan yang diharapkan menjadi penentu itu meleset ke sisi kiri tiang jauh, melewati tiang gawang tanpa menyentuh jaring. Kegagalan tersebut mengakibatkan skor tetap 1-1 hingga peluit akhir dibunyikan. Reaksi penonton berbalik dari euforia menjadi keheningan, sementara rekan setim dan pelatih terlihat kecewa.
Reaksi Maxwell dan Tim
Setelah pertandingan, Maxwell mengaku merasakan campuran emosi. Ia menyatakan, “Saya merasa bangga bisa memberi tim keunggulan, namun kegagalan penalti ini sangat menyakitkan. Saya meminta maaf kepada rekan setim dan suporter atas kejadian ini.” Ia menegaskan pentingnya belajar dari kegagalan dan berjanji untuk kembali lebih kuat pada laga berikutnya.
Pelatih Persija, Rudi Yulianto, menekankan bahwa hasil imbang tidak mencerminkan seluruh usaha tim selama 90 menit. “Sepak bola adalah permainan kolektif. Kami akan mengevaluasi semua aspek, mulai dari taktik hingga kesiapan mental pemain, untuk meningkatkan performa pada pertandingan selanjutnya,” ujar Yulianto.
Implikasi pada Peringkat Super League
Kemenangan yang terlewat ini membuat Persija kehilangan tiga poin berharga dalam perebutan posisi puncak BRI Super League 2025/2026. Sementara Dewa United, yang sebelumnya berada di zona menengah, kini naik satu posisi berkat poin tambahan. Persija harus segera bangkit agar tidak tertinggal dalam persaingan ketat dengan Persib Bandung, Borneo FC, dan tim-tim lain yang bersaing untuk gelar juara.
Harapan Kedepan
Para analis mengharapkan Persija memperbaiki konsistensi pertahanan dan meningkatkan akurasi eksekusi penalti. Di sisi lain, Dewa United dipandang akan menjadi tim yang sulit dikalahkan di kandang, mengingat pertahanan disiplin yang ditunjukkan pada laga ini.
Dengan semangat baru, Persija bertekad untuk kembali mengumpulkan poin pada pertemuan berikutnya, sementara para suporter diharapkan tetap setia memberikan dukungan moral yang dapat mendorong tim melewati masa sulit.












