Project Seru Penuh Kejutan

Drama Pelatih South Africa: Rhulani Mokwena Tinggalkan MC Alger, Hadapi Penjara, dan Bergabung dengan Al-Ittihad Tripoli

March 18, 2026 • 0 Views
Drama Pelatih South Africa: Rhulani Mokwena Tinggalkan MC Alger, Hadapi Penjara, dan Bergabung dengan Al-Ittihad Tripoli
Drama Pelatih South Africa: Rhulani Mokwena Tinggalkan MC Alger, Hadapi Penjara, dan Bergabung dengan Al-Ittihad Tripoli

PSPK – 18 Maret 2026 | Rhulani Mokwena, mantan pelatih Mamelodi Sundowns yang beralih ke benua Afrika Utara, mengakhiri hubungan kontraknya dengan MC Alger secara prematur setelah serangkaian konflik internal, kegagalan di kompetisi kontinental, hingga insiden penangkapan yang menggemparkan.

Konflik di Balik Layar MC Alger

Pada 17 Maret 2026, OneFootball mengungkapkan bahwa Mokwena menandatangani kontrak dengan MC Alger yang semula dijadwalkan berakhir pada 30 Juni 2027. Namun, hanya dalam hitungan bulan, hubungan kerja itu berakhir. Menurut sumber dekat klub, Mokwena menuntut dua penguatan pemain pada bursa transfer musim dingin untuk memperkuat skuad jelang fase grup CAF Champions League 2025‑2026. Permintaan itu tidak dipenuhi manajemen klub, menimbulkan kekecewaan mendalam pada pelatih asal Johannesburg.

Setelah kekalahan melawan mantan timnya, Mamelodi Sundowns, yang sekaligus mengakibatkan MC Alger tersingkir dari kompetisi Afrika, Mokwena menginstruksikan agennya untuk mencari peluang baru. Ia memanfaatkan klausul pemutusan kontrak yang memungkinkan keluarnya dia dengan membayar kompensasi dua bulan gaji.

Statistik Singkat di MC Alger

Selama 34 pertandingan yang dipimpinnya, Mokwena mencatat 20 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 6 kekalahan. Timnya mencetak 41 gol dan kebobolan 19 gol, mencerminkan dominasi ofensif namun tetap menghadapi masalah defensif pada pertandingan krusial. Di bawah asuhannya, MC Alger berhasil meraih Algerian Super Cup, menambah koleksi trofi klub.

Penangkapan dan Hukuman Penjara

Insiden paling dramatis terjadi ketika Mokwena hendak meninggalkan Aljazair menuju Libya. Saat berada di bandara, ia dan tiga stafnya ditahan oleh otoritas setempat karena diduga melanggar peraturan mata uang negara tersebut. Kasusnya dibawa ke Pengadilan Dar El Beida, di mana Mokwena dijatuhi hukuman penjara bersyarat. Ia mengaku bahwa proses upgrade tiket ke kelas bisnis memaksa mereka melakukan pembayaran tunai yang kemudian tidak dapat diproses secara online, memicu tuduhan pelanggaran regulasi keuangan.

Dalam wawancara dengan Robert Marawa di Marawa Sports Worldwide, Mokwena mengungkapkan kebingungan dan frustrasinya, serta menekankan bahwa ia tidak berniat menyalahgunakan gaji yang telah diperjuangkan selama sembilan bulan di MC Alger.

Pindah ke Al‑Ittihad Tripoli

Setelah menuntaskan proses hukum, Mokwena resmi menandatangani kontrak dengan klub Libia, Al‑Ittihad Tripoli. Penawaran gaji US$80.000 per bulan hampir tiga kali lipat dari pendapatan yang ia terima di MC Alger, menjadi faktor utama dalam keputusan pindah. Al‑Ittihad, yang dikenal sebagai klub paling berjuluk di Libya, menekankan bahwa kedatangan Mokwena merupakan langkah strategis untuk memperkuat tim sekaligus menambah nilai internasional.

Selain Mokwena, Al‑Ittihad juga akan menampung pemain bintang asal Afrika Selatan, Thembinkosi Lorch, yang sebelumnya bermain bersama Mokwena di Wydad Casablanca. Kolaborasi dua tokoh asal Afrika Selatan ini diharapkan dapat meningkatkan performa Al‑Ittihad di kompetisi domestik dan regional.

Latar Belakang Karier di Afrika Utara

  • Wydad Athletic Club (Maroko): Membantu tim meraih gelar liga dan berkompetisi di CAF Champions League.
  • Mouloudia Club Alger (MCA): Pengalaman singkat namun memperluas jaringan di kancah sepakbola Aljazair.
  • MC Alger: Pencapaian Super Cup dan catatan statistik positif, namun terhenti karena perselisihan internal.

Dengan pengalaman di tiga klub besar Afrika Utara, Mokwena kini memiliki rekam jejak yang cukup solid untuk menantang tantangan baru di Libya.

Implikasi bagi MC Alger dan Sepakbola Afrika

Kepergian mendadak Mokwena meninggalkan MC Alger dengan kekosongan taktis dan kepemimpinan. Klub kini harus mencari pelatih baru yang dapat mengisi kekosongan sekaligus memulihkan hubungan dengan pemain dan manajemen. Di sisi lain, insiden penangkapan Mokwena menyoroti kompleksitas regulasi keuangan di Aljazair, yang dapat mempengaruhi mobilitas pemain dan pelatih internasional.

Berita ini menegaskan dinamika sepakbola Afrika yang tidak hanya dipengaruhi oleh hasil di lapangan, melainkan juga oleh faktor administratif, keuangan, dan hukum. Pergerakan Mokwena ke Al‑Ittihad Tripoli menjadi contoh nyata bagaimana keputusan karier dapat berubah drastis dalam hitungan minggu.

Ke depan, semua mata akan tertuju pada performa Al‑Ittihad di liga domestik Libya serta bagaimana Mokwena mengelola tim dengan dukungan Lorch. Sementara itu, MC Alger harus bangkit dari krisis internal dan menyiapkan strategi baru untuk tetap bersaing di level nasional maupun kontinental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *