Project Seru Penuh Kejutan

Anne Hathaway Bikin Geger di Oscar ke-98: Candaan ‘The Devil Wears Prada’ dan Siapa Sebenarnya Miranda Priestly?

March 18, 2026 • 0 Views
Anne Hathaway Bikin Geger di Oscar ke-98: Candaan ‘The Devil Wears Prada’ dan Siapa Sebenarnya Miranda Priestly?
Anne Hathaway Bikin Geger di Oscar ke-98: Candaan ‘The Devil Wears Prada’ dan Siapa Sebenarnya Miranda Priestly?

PSPK – 18 Maret 2026 | Acara penghargaan film paling bergengsi, Academy Awards 2026, berlangsung megah di Los Angeles pada 15 Maret lalu. Di antara sorotan glamor, satu momen mengundang tawa sekaligus menimbulkan kehebohan media: aktris Anne Hathaway berinteraksi jenaka dengan direktur editorial Vogue, Anna Wintour, dengan mengangkat tema film ikonik The Devil Wears Prada.

Hathaway, yang mengenakan gaun Valentino dipadu dengan sepatu hak tinggi Roger Vivier serta perhiasan Bulgari, menanyakan secara langsung kepada Wintour, “Anna, sekadar ingin tahu, bagaimana pendapatmu tentang gaun yang kupakai malam ini?” Jawaban Wintour yang datar, “Dan nominee‑nya adalah…,” menandai awal rangkaian lelucon yang kemudian mengalir sepanjang segmen pengenalan kategori Tata Rias dan Penataan Rambut Terbaik.

Dialog yang Menyentuh Skenario Film

Setelah nominee diumumkan, Hathaway melanjutkan dengan menanyakan apakah Wintour ingin membacakan nominee selanjutnya. Wintour menjawab, “Terima kasih, Emily,” seolah‑olah mengira Hathaway adalah karakter asisten Miranda Priestly, Emily, yang dalam film asli diperankan oleh Emily Blunt. Kesalahan ini menjadi titik fokus humor, menegaskan betapa kuatnya citra film tersebut dalam budaya pop.

Lelucon ini tidak hanya mengundang gelak tawa penonton, tetapi juga menjadi bahan perbincangan di kalangan kritikus. Mereka menilai bahwa interaksi tersebut berhasil menautkan kembali ke popularitas The Devil Wears Prada, yang kini kembali hadir dalam bentuk sekuel yang dijadwalkan rilis pada Mei 2026 di bioskop Indonesia.

Sekuel yang Menghadirkan Kembali ‘Miranda Priestly’

Sekuel tersebut menampilkan kembali Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, bersama dengan Nigel (Stanley Tucci) dan Andy Sachs (Anne Hathaway). Dalam alur cerita baru, Miranda digambarkan tidak mengingat Andy ketika keduanya bertemu kembali, dan harus diingatkan oleh Nigel bahwa semua asistennya disebut “Emily” – sebuah kebiasaan yang mencerminkan keinginan Miranda untuk mempertahankan otoritasnya sebagai pemimpin redaksional.

Menurut data internal studio, cuplikan sekuel yang dirilis baru-baru ini memperoleh 4,2 juta penayangan dalam 13 jam pertama, menandakan antisipasi publik yang tinggi. Aktor-aktor veteran seperti Tracie Thoms (Lily) dan Tibor Feldman (Irv) kembali mengisi peran mereka, sementara Kenneth Branagh bergabung sebagai pacar baru Miranda, menambah lapisan dramatis pada cerita.

Reaksi Publik dan Media

Penampilan Hathaway dan Wintour menjadi sorotan utama di berbagai platform berita, termasuk MSN dan Antara. Media menyoroti bagaimana candaan tersebut menembus batas formalitas acara Oscar, sekaligus menghidupkan kembali nostalgia film yang telah menjadi referensi mode global. Beberapa kritikus menilai bahwa lelucon ini berhasil mengurangi ketegangan acara, memberi nuansa lebih ringan di tengah kompetisi film‑film berat yang dipertandingkan.

Selain itu, momen ini juga menyoroti peran nyata Anna Wintour sebagai figur otoritatif di dunia mode, yang kini sering dijadikan analogi “Miranda Priestly” dalam perbincangan industri. Kehadiran Wintour di Oscar, bersanding dengan Hathaway, menegaskan betapa eratnya hubungan antara dunia perfilman dan fashion.

Dengan penghargaan kategori Tata Rias dan Penataan Rambut Terbaik kembali dimenangkan oleh film Frankenstein, Oscar 2026 tetap menunjukkan keberagaman karya yang diakui. Namun, momen candaan Hathaway‑Wintour berhasil mencuri perhatian publik, membuktikan bahwa humor dapat menjadi bahan penyambung antar‑generasi dalam budaya pop.

Secara keseluruhan, interaksi jenaka antara Anne Hathaway dan Anna Wintour tidak hanya memberikan warna baru pada jalannya Oscar ke‑98, tetapi juga menguatkan kembali posisi The Devil Wears Prada sebagai referensi mode dan karakter ikonik dalam industri hiburan. Penantian penonton terhadap sekuel yang akan datang kini semakin tinggi, dengan harapan cerita baru dapat menyajikan dinamika yang lebih menarik antara Miranda Priestly dan Andy Sachs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *