PSPK – 14 Maret 2026 | Sabtu, 13 Maret 2026, Estadio de Mendizorroza menjadi saksi pertarungan sengit antara Alavés dan Villarreal dalam lanjutan pekan ke-28 La Liga. Kedua tim berakhir imbang 1-1, namun hasil ini menyisakan banyak pertanyaan bagi sang “El Glorioso” yang kini berada di zona menengah klasemen sambil bergulat dengan sorotan hukum terhadap salah satu pemain andalannya, Thomas Partey.
Pertarungan di La Liga: Harapan dan Tantangan
Menjelang pertandingan, banyak analis memperkirakan Villarreal memiliki keunggulan karena berada di posisi ketiga klasemen dengan 55 poin, sementara Alavés menempati posisi ke-16 dengan 28 poin. Odds bookmaker menempatkan Villarreal sebagai favorit dengan peluang kemenangan 1.70, sedangkan Alavés dianggap memiliki peluang besar untuk mencuri poin dengan odds 4.50. Kedua tim memiliki target berbeda: Villarreal berupaya memperkuat posisi di papan atas demi tempat di kompetisi Eropa, sementara Alavés berjuang menghindari zona degradasi.
Ringkasan Pertandingan
- Menit 40: Rafa Márquez (Alavés) mencetak gol bunuh diri (own goal) yang memberi keunggulan 1-0 bagi tamu.
- Menit 90+8: Nicolas Pépé (Villarreal) menyamakan kedudukan lewat gol penalti, diikuti assist dari Santi Comesaña pada menit yang sama.
Skor akhir 1-1 menunjukkan bahwa Villarreal gagal memanfaatkan tekanan akhir pertandingan meski menguasai penguasaan bola dan tembakan ke gawang lebih banyak. Kedua tim menampilkan pertahanan yang rapat pada babak pertama, namun kekurangan klinikal di menit-menit krusial menjadi faktor penentu.
Statistik dan Peringkat
| Posisi | Tim | Maç | Menang | Seri | Kalah | Gol | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Barcelona | 27 | 22 | 1 | 4 | 72 | 67 |
| 2 | Real Madrid | 27 | 20 | 3 | 4 | 56 | 63 |
| 3 | Villarreal | 28 | 17 | 4 | 7 | 51 | 55 |
| 4 | Atletico Madrid | 27 | 16 | 6 | 5 | 46 | 54 |
| 16 | Alavés | 28 | 7 | 7 | 14 | 26 | 28 |
Dengan hasil imbang ini, Villarreal tetap berada di posisi ketiga, namun selisih poin dengan Real Madrid (9 poin) dan Barcelona (12 poin) semakin menipis. Sementara Alavés tetap terperangkap di zona 16, hanya selisih 6 poin dari zona aman.
Kontroversi Thomas Partey
Di luar lapangan, sorotan media tertuju pada Thomas Partey, gelandang tengah asal Ghana yang baru saja menandatangani kontrak dengan Villarreal pada Agustus 2025. Pada 13 Maret 2026, Partey dinyatakan akan mengajukan pembelaan tidak bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan baru yang diajukan di Pengadilan Westminster, London. Tuduhan ini muncul setelah serangkaian dakwaan sebelumnya yang melibatkan lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan pelecehan seksual. Proses hukum Partey diperkirakan akan berlanjut hingga April, sementara klub masih menunggu keputusan akhir.
Kasus hukum ini menimbulkan dilema bagi manajemen Villarreal. Di satu sisi, pemain berpengalaman ini merupakan bagian penting dari skuat tengah, terutama dalam pergantian taktik yang menuntut kreativitas. Di sisi lain, klub harus mempertimbangkan implikasi reputasi dan potensi sanksi disiplin dari otoritas sepak bola Spanyol jika terbukti bersalah.
Analisis dan Prospek Villarreal
Secara taktis, Villarreal menampilkan permainan menyerang yang berorientasi pada penguasaan bola tinggi, namun kurangnya ketajaman di depan gawang menjadi catatan penting. Nicolas Pépé, yang baru bergabung pada musim ini, berhasil mencetak gol penting, namun kontribusinya masih terbatas pada satu gol dalam 28 pertandingan. Santi Comesaña menjadi sosok kreatif yang sering memberikan assist, terutama pada gol penyeimbang melawan Alavés.
Jika Villarreal ingin bersaing untuk tempat di Liga Champions, mereka harus meningkatkan efektivitas serangan, terutama dalam mengkonversi peluang menjadi gol. Pertahanan yang solid memang menjadi keunggulan, tetapi ketidakmampuan menyelesaikan serangan berisiko kehilangan titik penting, seperti yang terjadi melawan Alavés.
Di sisi lain, dinamika internal klub akibat kasus Partey dapat mempengaruhi konsentrasi tim. Manajemen diharapkan memberikan dukungan hukum sekaligus menjaga atmosfer tim tetap profesional. Keputusan klub untuk menahan atau menjual pemain tersebut akan sangat menentukan stabilitas jangka panjang.
Secara keseluruhan, Villarreal berada pada persimpangan penting: mengamankan posisi tiga besar sambil menanggulangi tantangan hukum dan performa di lapangan. Pertandingan selanjutnya akan menjadi ujian bagi kemampuan mereka mengatasi tekanan ganda tersebut.












