PSPK – 12 Maret 2026 | Sabtu malam (10 Maret 2026) di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Bhayangkara FC (The Guardians) menorehkan kemenangan dramatis 2-1 melawan Arema FC (Singo Edan) dalam pekan ke-25 BRI Super League 2025/2026. Laga yang awalnya tampak menguntungkan tuan rumah berbalik menjadi ujian mental setelah Arema mencetak gol pembuka pada menit tambahan babak pertama dan kemudian terpaksa bermain dengan hanya sembilan pemain.
Jalannya Laga
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Bhayangkara berusaha menguasai tengah lapangan, namun genangan air akibat hujan deras membuat bola meluncur tidak menentu. Pada menit ke-28, Mousa Sidibe hampir membuka skor setelah melewati beberapa pemain Arema, namun tembakan itu masih melenceng. Sementara itu, Ryo Matsumura hampir menyundul bola ke tiang gawang pada menit ke-33, menambah ketegangan bagi kedua kubu.
Gol pertama datang di menit tambahan babak pertama (45+1) melalui Joel Vinicius. Vinicius menerima umpan sundulan dari Dalberto dan menempatkan bola ke sudut gawang Bhayangkara yang masih kosong, menimbulkan euforia bagi pendukung Arema.
Kartu Merah, VAR, dan Kesulitan Arema
Krisis melanda Arema tak lama setelah gol. Pada menit 45+7, wasit Yudai Yamamoto mengeluarkan kartu merah langsung untuk Pablo Oliveira setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran keras terhadap Frengky Missa. Delapan menit kemudian, setelah insiden fisik antara Dalberto dan Slavko Damjanovic, VAR kembali dimintakan peninjauan; keputusan berubah menjadi kartu merah untuk Dalberto, memaksa Arema bermain dengan sembilan pemain.
Kehilangan dua pemain kunci secara bersamaan menggoyahkan struktur pertahanan Arema. Bhayangkara memanfaatkan kelebihan angka dengan meningkatkan tekanan pada lini belakang Singo Edan.
Comeback Bhayangkara
Setelah jeda singkat, Bhayangkara kembali mengancam pada menit ke-60 ketika Ryo Matsumura mencuri bola di kotak penalti, namun tembakannya tak cukup kuat. Tekanan terus berlanjut hingga menit ke-76, saat Privat Mbarga menanduk bola dari tendangan pojok Sidibe dan menyamakan kedudukan 1-1.
Gol penentu datang pada menit ke-88 setelah pelanggaran Betinho terhadap Dendy Sulistiyawan di area terlarang. Wasit memberikan penalti kepada Bhayangkara, dan Moussa Sidibe mengeksekusi dengan tenang, mengirim bola ke sudut kanan gawang lawan. Skor akhir 2-1 mengukir kemenangan comeback bagi The Guardians.
Statistik dan Dampak Klasemen
- Poin Bhayangkara FC: 41 poin, menempati peringkat keenam klasemen sementara.
- Poin Arema FC: 31 poin, berada di posisi ke-11.
- Kartu Merah: 2 (Pablo Oliveira, Dalberto) – keduanya pemain Arema.
- Gol Bhayangkara: Privat Mbarga (76′), Moussa Sidibe (penalti 88′).
- Gol Arema: Joel Vinicius (45+1).
Dengan lima kemenangan beruntun, Bhayangkara semakin memperkuat posisi di zona tengah klasemen, sementara Arema harus berjuang mengembalikan performa setelah kekalahan dan kekurangan pemain.
Kemenangan ini tidak hanya menambah tiga poin penting bagi Bhayangkara, tetapi juga menegaskan efektivitas taktik pelatih Paul Munster yang mengandalkan perubahan formasi dan pemanfaatan pemain asing baru seperti Privat Mbarga dan Moussa Sidibe. Munster mengakui tantangan besar melawan Arema meski dengan sembilan pemain, menegaskan bahwa “Anda tidak bisa menganggap remeh tim yang bermain dengan sembilan orang, mereka tetap berbahaya.”
Di sisi lain, Arema harus menilai kembali kebijakan disiplin pemainnya. Dua kartu merah dalam satu laga menambah beban psikologis serta memengaruhi strategi ke depan, terutama menjelang sisa putaran musim.
Secara keseluruhan, laga Bhayangkara FC vs Arema FC menjadi salah satu pertandingan paling menegangkan di pekan ke-25 BRI Super League, memperlihatkan kombinasi taktik, ketangguhan mental, serta peran penting teknologi VAR dalam menentukan hasil akhir.












