PSPK – 10 Maret 2026 | Schneider Electric mengumumkan pencapaian program Schneider Sustainability Impact (SSI) 2021-2025 yang menandai selesainya fase transformasi berkelanjutan perusahaan. Pada kuartal IV 2025, SSI mencatat skor keseluruhan 8,86 dari 10, menunjukkan dampak luas di bidang iklim, sosial, dan tata kelola baik di dalam organisasi maupun rantai nilai.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, menegaskan bahwa penyelesaian program ini merupakan langkah nyata dalam perjalanan transformasi Indonesia, sekaligus memperkuat strategi bisnis yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Berbagai indikator utama tercapai, antara lain:
| Indikator | Pencapaian |
|---|---|
| Skor SSI | 8,86/10 |
| Emisi CO2 yang dihindari | 862 juta ton (target 800 juta ton) |
| Penurunan emisi pemasok operasional | 56% melalui Zero Carbon Project (1.000 pemasok strategis teratas) |
| Pemasok dengan standar Decent Work | 98% dari pemasok strategis |
| Akses energi bersih | 61 juta orang (target 50 juta orang) |
| Pelatihan manajemen energi | Lebih dari 1 juta orang sejak 2009 |
| Inisiatif keberlanjutan lokal | Lebih dari 500 inisiatif sejak 2021 |
| Penghargaan ESG | Platinum EcoVadis, CDP Climate Change A List, Social Benchmark #1, Gender Benchmark #3 (World Benchmarking Alliance) |
Dari sisi iklim, Schneider Electric membantu pelanggannya menghemat energi dan menghindari emisi setara 862 juta ton CO2 hingga akhir 2025, melampaui target awal. Proyek Zero Carbon memobilisasi ribuan pemasok untuk mengurangi jejak karbon mereka secara signifikan.
Aspek sosial tidak kalah penting. Sebanyak 98% pemasok strategis telah memenuhi kriteria kerja yang layak (Decent Work), memperkuat komitmen perusahaan terhadap kondisi kerja yang adil dan aman.
Program Access to Energy memperluas jangkauan energi bersih kepada lebih dari 61 juta orang di seluruh dunia, melampaui target 50 juta penerima manfaat. Upaya ini sejalan dengan agenda transisi energi yang inklusif dan berkeadilan.
Investasi dalam pengembangan talenta juga menjadi fokus utama. Sejak 2009, lebih dari satu juta individu telah menerima pelatihan manajemen energi, memperkuat ekosistem sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan energi masa depan.
Keberhasilan program SSI diakui oleh sejumlah lembaga pemeringkatan ESG internasional. Schneider Electric memperoleh medali Platinum dari EcoVadis, masuk dalam CDP Climate Change A List, serta meraih peringkat pertama dalam Social Benchmark dan peringkat ketiga dalam Gender Benchmark pada penilaian terbaru World Benchmarking Alliance.
Donald Situmorang, Strategy, Sustainability and Government Relations Director Schneider Electric, menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan modal utama untuk melanjutkan perjalanan menuju 2030, mendukung agenda transisi energi nasional dan global.












