PSPK – 09 Maret 2026 | Jakarta, 8 Maret 2026 – Suasana kelabu menyelimuti langit Jakarta ketika ratusan pelayat berkumpul di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, untuk mengantarkan penyanyi muda berbakat Vidi Aldiano ke tempat peristirahatan terakhir. Hujan deras yang turun sejak fajar tidak menghalangi keluarga, sahabat, serta penggemar setia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang artis berusia 35 tahun.
Prosesi Pemakaman
Jadwal pemakaman dimulai pukul 08.00 WIB, tepat setelah jenazah Vidi disalatkan di masjid dekat rumah duka di kawasan Cilandak Barat. Jenazah kemudian diangkut ke TPU Tanah Kusir dan dimakamkan di Blok AA1 Blad 174, area belakang makam Bung Hatta. Meskipun hujan mengguyur, lebih dari seratus orang tetap hadir, mengenakan payung, jas hujan, serta pakaian berwarna biru – simbol keberuntungan dan penghormatan khusus yang dipilih oleh banyak sahabat dekat Vidi.
Kehadiran Keluarga dan Tokoh Publik
Istri Vidi, Sheila Dara Aisha, menjadi fokus utama publik. Ia tampil tenang dalam balutan busana biru tua, menahan isak tangis namun tetap menyapa pelayat dengan senyuman singkat. Sheila mendampingi peti jenazah hingga prosesi selesai sekitar pukul 10.00 WIB, kemudian meninggalkan area makam dengan kendaraan yang telah disiapkan.
Berbagai figur publik turut hadir, mempertegas betapa Vidi dicintai di kalangan industri hiburan. Di antara mereka terdapat Nadine Amizah, Thariq Halilintar, Enzy Storia, Rizky Febian, Afgan, Prilly Latuconsina, Lyodra Ginting, Anya Geraldine, Fadil Jaidi, Maudy Ayunda, Raisa, Bunga Citra Lestari, Tara Basro, dan Nino RAN. Mereka bergantian menaburkan bunga melati, mawar, kantil, dan kenanga di atas pusara serta mengucapkan doa untuk almarhum.
Kenangan dan Kesaksian Sahabat
Anya Geraldine mengingat Vidi sebagai sosok “paling kuat dan sabar” yang selalu memberikan dukungan moral. “Vidi biasanya cuma bilang, ‘Udahlah beb, ngapain hidup kesel‑kesel. Kalau kesel itu ngeluarin aura negatif dan bikin kita jadi tambah capek,’” ujar Anya saat ditemui di TPU Tanah Kusir.
Randy Martin, aktor sekaligus sahabat lama, menambahkan, “Vidi itu orang yang kesayangan semua orang. Dia sangat dicintai dan sangat disayangi.” Ia mendoakan agar Vidi mendapat tempat terbaik di sisi-Nya.
Raisa, yang juga hadir, menyoroti warna biru yang dikenakan banyak orang sebagai tanda penghormatan. “Warna itu mengingatkan kami pada semangat dan keceriaan Vidi sepanjang hidupnya,” katanya.
Makna Bunga dan Warna Biru
Selain doa, bunga menjadi simbol cinta yang tak lekang oleh waktu. Aroma harum melati dan mawar mengisi area pemakaman, menambah nuansa haru. Warna biru, yang dikenakan oleh Sheila, Afgan, dan sejumlah artis lain, dipilih sebagai bentuk penghormatan khusus, melambangkan keberuntungan, ketenangan, serta kebijaksanaan yang selalu Vidi tunjukkan dalam perjuangannya melawan kanker ginjal sejak 2019.
Vidi Aldiano, yang dikenal lewat lagu “Nuansa Bening” dan berkarier sejak 2008, mengakhiri hidupnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, pukul 16.33 WIB setelah berjuang melawan kanker ginjal stadium tiga. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi jutaan penggemar yang selalu mengikuti jejak kariernya di dunia musik Indonesia.
Kesimpulan
Pemakaman Vidi Aldiano menjadi momen kolektif yang memperlihatkan betapa kuatnya ikatan persahabatan, keluarga, dan penggemar dalam menghadapi kehilangan. Hujan, warna biru, dan rangkaian bunga menjadi saksi bisu atas rasa hormat yang mendalam, sekaligus mengingatkan kita bahwa di balik duka, terdapat rasa syukur atas kehidupan yang pernah memberi warna dan inspirasi bagi banyak orang.












