Project Seru Penuh Kejutan

Premier League Dihujat La Liga: Keterlambatan 115 Tuduhan Finansial Manchester City Mengguncang Kepercayaan Liga

February 26, 2026 • 0 Views
Premier League Dihujat La Liga: Keterlambatan 115 Tuduhan Finansial Manchester City Mengguncang Kepercayaan Liga
Premier League Dihujat La Liga: Keterlambatan 115 Tuduhan Finansial Manchester City Mengguncang Kepercayaan Liga

PSPK – 27 Februari 2026 | Javier Tebas, presiden La Liga, kembali mengkritik Premier League atas penundaan keputusan pada kasus finansial Manchester City yang menelan 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan. Dalam sebuah wawancara di FT Live Business of Football Summit, Tebas menyebut situasi tersebut sebagai “kegagalan tata kelola” yang melemahkan institusi liga terkemuka dunia.

115 Tuduhan yang Masih Menggantung

Kasus City dimulai pada Februari 2023 ketika klub tersebut dikenai 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan selama periode sembilan tahun. Meskipun sidang independen selesai pada Desember 2024, komisi masih menimbang keputusan, meninggalkan ketidakpastian yang tidak hanya berdampak pada City, tetapi juga pada seluruh ekosistem Premier League.

Berbeda dengan Everton dan Nottingham Forest yang cepat diberikan penalti poin, City tampak berada dalam zona impunitas. Tebas menilai hal ini sebagai contoh buruk yang dilihat oleh klub‑klub lain, menimbulkan pertanyaan tentang keadilan dan konsistensi regulasi.

Reaksi Premier League

Chief Executive Premier League, Richard Masters, menolak memberi komentar lebih lanjut. “Saya tidak dapat membicarakan hal ini atau waktunya. Saya sudah tiga tahun tidak membicarakannya, dan tidak akan memulai sekarang,” ujarnya. Sikap diam ini justru menambah tekanan publik untuk mempercepat proses.

Potensi Dampak Finansial dan Inflasi Transfer

Tebas tidak hanya mengkritik penundaan, ia juga memperingatkan tentang kebijakan finansial baru Premier League yang akan memperkenalkan “Squad Cost Ratios” (SCR) mulai musim depan. Menurutnya, mengizinkan klub menghabiskan hingga 85% pendapatan untuk gaji dan transfer, dengan kelonggaran hingga 115% selama tiga tahun, akan memicu inflasi gaji dan nilai transfer di seluruh Eropa.

“Jika Anda membiarkan klub menghabiskan 85% pendapatan tanpa memperhitungkan beban lain, tidak ada aturan fair play yang berarti,” tegas Tebas. Ia menambahkan bahwa Liga Spanyol memiliki aturan Financial Fair Play (FFP) yang lebih ketat, di mana klub tidak boleh menghabiskan lebih dari pendapatan mereka.

Prediksi Ahli dan Potensi Sanksi

Kieran Maguire, pakar keuangan sepak bola, memperkirakan City bisa menghadapi denda besar atau pemotongan poin yang signifikan jika terbukti bersalah. Berdasarkan kasus Everton dan Nottingham Forest, Maguire menilai pemotongan poin untuk City bisa mencapai 40‑60 poin, mengingat skala tuduhan yang jauh lebih besar.

Namun, Maguire menegaskan bahwa relegasi ke Liga Dua atau Liga Tiga tidak mungkin, karena keputusan tersebut berada di luar wewenang Premier League dan menjadi urusan EFL.

Persaingan Liga Lain di Tengah Kontroversi

Sementara Premier League berada dalam sorotan, La Liga terus melaju dengan agenda kompetitifnya. Pada 22 Februari 2026, Barcelona dijadwalkan menghadapi Levante dalam laga Matchday 25, dengan kickoff pukul 10:15 ET di Amerika Serikat. Pertarungan tersebut menjadi penting bagi Barcelona yang ingin kembali memimpin klasemen setelah kalah dari Real Madrid.

Di sisi lain, Real Madrid masih berjuang mengejar puncak setelah kekalahan mengejutkan melawan Osasuna. Kedua klub besar Spanyol tersebut menyiapkan skuad dengan pemain kunci seperti Vinícius Júnior dan Vedat Muriqi, meski Mbappé absen karena cedera.

Kesimpulan

Keterlambatan keputusan terhadap Manchester City tidak hanya menimbulkan pertanyaan tentang keadilan regulasi Premier League, tetapi juga mengancam stabilitas pasar transfer Eropa. Kritik tajam dari Javier Tebas menyoroti perlunya harmonisasi aturan FFP di seluruh benua. Sementara itu, kompetisi domestik di La Liga terus berlanjut dengan pertarungan sengit di puncak klasemen dan zona degradasi, menegaskan bahwa dunia sepak bola tetap penuh dinamika, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *