PSPK – 12 Juli 2026 | Semifinal Piala Dunia 2026 telah menjadi panggung bersejarah bagi empat tim teratas dunia menurut peringkat FIFA. Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris kini bersaing untuk melaju ke final, menandai pertama kalinya dalam sejarah turnamen empat raksasa sekaligus menempati posisi satu hingga empat pada babak semifinal.
Argentina mengamankan tiket terakhirnya setelah mengalahkan Swiss 3-1 dalam perpanjangan waktu. Gol awal Alexis McAllister pada menit ke-10 memberi keunggulan, namun Swiss menyamakan kedudukan lewat Dan Ndoye pada menit ke-67. Pada perpanjangan waktu, Julián Álvarez mencetak gol pada menit ke-112 dan Lautaro Martínez menambah di menit ke-120+1, memastikan kemenangan dramatis.
Di sisi lain, Prancis menutup babak perempat final dengan kemenangan 2-0 atas Maroko, sementara Spanyol menyingkirkan Belgia 2-1. Inggris, yang dipimpin oleh Jude Bellingham, berhasil menumbangkan Norwegia 2-1 berkat dua gol penting, mengukir tiket semifinal melawan Argentina yang dijadwalkan di Atlanta.
Jude Bellingham, gelandang muda Real Madrid, menambah warna dengan meniru gaya motivasi karakter Ted Lasso dalam posting Instagramnya. Dengan slogan “Believe”, Bellingham mengajak rekan-rekannya untuk terus berjuang, menegaskan peran pentingnya dalam dua gol krusial melawan Norwegia. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, memuji semangat dan kerja keras tim, namun menekankan perlunya peningkatan teknis untuk menghadapi Messi dan skuad Argentina.
Di luar lapangan, fenomena Piala Dunia 2026 memengaruhi kehidupan kerja di Inggris. Beberapa perusahaan memilih menunda jam masuk hingga pukul 11 siang pada Senin setelah laga tengah malam antara Inggris dan Meksiko, memberikan kesempatan bagi karyawan yang begadang menonton. Seruan fleksibilitas kerja ini mendapat dukungan dari serikat pekerja TUC, meski diakui tidak dapat diterapkan secara universal di sektor manufaktur dan ritel.
Sementara itu, Spanyol berada dalam posisi kuat sebagai kandidat juara. Tim asuhan Luis de la Fuente menampilkan pertahanan kokoh dengan enam clean sheet beruntun, meski kebugaran penyerang muda Lamine Yamal dan Nico Williams masih menjadi pertanyaan. Organisasi permainan yang disiplin, peran kunci Rodri di lini tengah, serta kontribusi sayap dari Marc Cucurella dan Pedro Porro menjadikan Spanyol sulit ditembus.
Namun, kegagalan Amerika Serikat dan Portugal di babak 16 besar menimbulkan dampak ekonomi signifikan. Harga tiket perempat final turun lebih dari 50 persen, terutama pada laga Spanyol vs Belgia yang harganya meluncur dari 2.950 dolar AS menjadi sekitar 1.200 dolar AS. Penurunan ini dipicu hilangnya daya tarik tuan rumah AS serta ketidakhadiran Cristiano Ronaldo, yang selama ini menjadi magnet penonton.
Meski harga tiket menurun pada fase perempat final, permintaan untuk tiket final tetap tinggi, dengan harga termurah mencapai 9.346 dolar AS. Hal ini mencerminkan antusiasme global yang tetap kuat meskipun beberapa bintang besar tidak melaju.
Secara keseluruhan, Piala Dunia 2026 menampilkan kombinasi kompetisi sengit, inovasi sosial, dan dinamika pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Empat raksasa FIFA kini bersaing untuk mengukir sejarah, sementara para pemain, pelatih, dan bahkan pemberi kerja menyesuaikan diri dengan tekanan dan peluang yang muncul.












