Project Seru Penuh Kejutan

Maarten Paes Bongkar Kondisi Ruang Ganti Ajax Usai Dibungkam Groningen, Ungkap Ucapan Keras dan Kritik Tajam

March 8, 2026 • 0 Views
Maarten Paes Bongkar Kondisi Ruang Ganti Ajax Usai Dibungkam Groningen, Ungkap Ucapan Keras dan Kritik Tajam
Maarten Paes Bongkar Kondisi Ruang Ganti Ajax Usai Dibungkam Groningen, Ungkap Ucapan Keras dan Kritik Tajam

PSPK – 08 Maret 2026 | Ajax Amsterdam mengalami kekalahan mengejutkan 1-3 di kandang FC Groningen pada Minggu, 8 Maret 2026, dalam lanjutan pekan ke-26 Eredivisie 2025/2026. Kiper berkewarganegaraan Indonesia, Maarten Paes, yang bermain sejak menit pertama, menjadi saksi bisu gawangnya kebobolan tiga kali dalam 72 menit. Setelah peluit akhir, Paes tidak segan mengkritik performa tim, menyoroti kondisi ruang ganti, mentalitas pemain, serta menambahkan ucapan keras yang menggambarkan rasa frustrasinya.

Rincian Laga: Gol, Kronologi, dan Statistik

Pertandingan dimulai dengan agresifitas tinggi dari Groningen. Pada menit ke-6, Thom van Bergen mencetak gol pembuka setelah menerima umpan dari Dies Janse. Ajax sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-30 lewat gol Davy Klaassen yang memanfaatkan assist Anton Gaaei, menjadikan skor 1-1. Namun, babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Ajax. Pengganti Oskar Zawada mencetak dua gol, masing‑masing pada menit ke-65 dan ke-72, setelah menerima umpan dari Marvin Peersman dan Thijmen Blokzijl. Skor akhir 3-1 mengunci kemenangan Groningen.

Paes Ungkap Kondisi Ruang Ganti dan Ucapan Keras

Setelah pertandingan, Paes memberi wawancara kepada Voetbal International. Ia menilai Ajax “keluar dari ruang ganti dengan cara yang buruk”. Dalam “Babak pertama sebenarnya tidak banyak yang terjadi selain gol itu. Tapi kami keluar dari ruang ganti dengan cara yang buruk,” ujarnya. Paes menambahkan bahwa suasana di ruang ganti dipenuhi “ketegangan dan kebingungan”, menyinggung kurangnya kepemimpinan dan koordinasi antar pemain.

Ia juga tidak menahan kata-kata tajam saat menggambarkan timnya: “Kami tidak menunjukkan apa pun yang menggambarkan kami sebagai sebuah tim. Itu menyakitkan.” Paes menegaskan ia tidak suka menyalahkan orang lain, namun menilai semua pemain “saling mengecewakan di akhir pertandingan”.

Analisis Mentalitas dan Perbandingan dengan Groningen

Menurut Paes, perbedaan utama terletak pada mentalitas. “Ajax memiliki kualitas pemain yang lebih baik, tapi Groningen menunjukkan semangat juang yang lebih tinggi. Sepuluh atau sebelas pemain lokal mereka memberikan segalanya di lapangan, dan itu lebih berharga daripada sekadar talenta,” kata Paes. Ia menyoroti bahwa Ajax kurang memiliki “kerja keras” dan “soliditas” yang dimiliki Groningen, meski secara teknis tim Ajax lebih unggul.

Paes juga menyinggung bahwa tidak ada sosok pemimpin yang jelas di lapangan. Ia menambahkan, “Beberapa orang perlu berkembang dalam hal itu, seperti saya.” Pernyataan ini mengindikasikan ketidakpuasan terhadap manajer sementara, Fred Grim, yang masih belum menemukan formasi kepemimpinan yang efektif.

Reaksi Pelatih dan Dampak pada Klasemen

Fred Grim, pelatih Ajax, mengakui penurunan performa tim di babak kedua, menyebutnya “sulit diidentifikasi”. Ia menegaskan bahwa Ajax tetap memiliki peluang untuk bangkit, namun harus memperbaiki konsistensi mental dan taktik. Kemenangan Groningen menahan Ajax pada posisi ketiga klasemen dengan 44 poin, sementara pesaing terdekat Feyenoord sudah mengumpulkan 48 poin.

Implikasi bagi Paes dan Timnas Indonesia

Selain menjadi sorotan di Eredivisie, penampilan Paes juga menarik perhatian publik Indonesia. Setelah pertandingan, Paes menyampaikan harapan bahwa pengalaman pahit ini akan menjadi pelajaran berharga baginya dan bagi timnas Indonesia yang akan berkompetisi dalam FIFA Series 2026. Ia menegaskan pentingnya “bersatu, saling mendukung, dan bertanggung jawab” sebagai nilai utama dalam sepak bola.

Secara keseluruhan, pernyataan Paes memberikan gambaran jelas tentang masalah internal Ajax: kurangnya kepemimpinan, ketidakharmonisan tim, serta mentalitas yang belum matang. Kritik tajam tersebut sekaligus menjadi panggilan bangun bagi Ajax untuk memperbaiki struktur tim, terutama menjelang pertandingan krusial melawan Sparta Rotterdam pada pekan berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *