Project Seru Penuh Kejutan

Kapten Wataru Endo Pensiun dari Timnas Jepang Usai Dicoret dari Piala Dunia 2026, Pelatih Moriyasu Buka Suara

June 15, 2026 • 0 Views
Kapten Wataru Endo Pensiun dari Timnas Jepang Usai Dicoret dari Piala Dunia 2026, Pelatih Moriyasu Buka Suara
Kapten Wataru Endo Pensiun dari Timnas Jepang Usai Dicoret dari Piala Dunia 2026, Pelatih Moriyasu Buka Suara

PSPK – 15 Juni 2026 | Jakarta – Kapten Timnas Jepang, Wataru Endo, resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional setelah lebih dari satu dekade membela Samurai Biru. Keputusan itu diambil dua hari setelah ia dicoret dari skuad Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, akhirnya buka suara mengenai keputusan kontroversial yang memicu gelombang dukungan dan kekecewaan dari para penggemar sepak bola Jepang.

Endo, gelandang bertahan Liverpool yang berusia 33 tahun, mengumumkan pengunduran dirinya melalui media sosial pada awal pekan ini. Ia menuliskan pesan perpisahan yang menyentuh hati, mengajak seluruh pendukung Jepang untuk tetap percaya pada mimpi meraih gelar juara dunia. “Seperti yang diumumkan, saya meninggalkan skuad Piala Dunia. Dengan kampanye ini, saya pensiun dari tim nasional. Mulai sekarang saya mendukung tim nasional Jepang sebagai salah satu suporter,” tulis Endo. Ia menambahkan, “Momen ketika Jepang menjuarai Piala Dunia pasti akan datang suatu hari. Mari percaya dan mendukung mereka bersama-sama.”

Keputusan Endo untuk pensiun tak lepas dari kondisi fisiknya yang terus bermasalah sejak awal tahun 2026. Pada Februari lalu, ia menjalani operasi pergelangan kaki akibat cedera yang dideritanya. Endo berharap bisa pulih tepat waktu untuk tampil di Piala Dunia 2026, namun proses pemulihannya berjalan lambat. Masalah fisik masih mengganggunya menjelang turnamen, sehingga ia hanya mampu bermain satu babak saat Jepang menghadapi Islandia dalam laga uji coba pada 31 Mei lalu.

Moriyasu mengaku terus memantau kondisi Endo melalui laporan staf medis. “Saya terus menerima laporan dari staf medis. Saat melawan Islandia, dia tidak mampu bermain lama di lapangan,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers pada Sabtu, 14 Juni 2026. “Kami memintanya berusaha semaksimal mungkin dan mendapat pengawasan staf medis. Evaluasi kondisi fisiknya terus dilakukan menjelang dimulainya turnamen.”

Pelatih berusia 55 tahun itu menjelaskan bahwa pihaknya telah berdiskusi panjang mengenai kemampuan Endo untuk tampil penuh sepanjang Piala Dunia. “Kami membahas bahwa sepanjang Piala Dunia, mungkin sulit baginya tampil penuh. Karena itu, saya membuat keputusan akhir berdasarkan kondisinya,” tegas Moriyasu. Ia menegaskan bahwa sebagai pelatih kepala, dirinyalah yang bertanggung jawab penuh atas keputusan tersebut.

Moriyasu mengaku berat hati menyampaikan kabar tersebut kepada pemain andalannya. “Rasanya sangat tidak enak menyampaikan pesan seperti itu kepadanya,” katanya. Ia memahami bahwa keputusan itu memiliki dampak emosional yang besar bagi sang kapten. “Tentu mustahil mengetahui persis apa yang dirasakannya. Namun, dia sangat pengertian dan penuh rasa hormat. Kami tetap bisa berdiskusi dengan baik dan tenang,” tambah Moriyasu.

Endo memulai debut internasionalnya bersama Jepang pada tahun 2015. Selama 11 tahun berkarier di level tim nasional, ia mencatatkan 73 penampilan dan menyumbangkan empat gol. Ia menjadi bagian integral dari skuad Jepang yang mencapai babak 16 besar Piala Dunia 2022 di Qatar. Perannya sebagai gelandang bertahan yang tangguh membuatnya dihormati baik di dalam maupun luar lapangan. Bersama Liverpool, Endo juga telah menjadi pemain kunci sejak bergabung pada musim panas 2023, meskipun sempat mengalami pasang surut performa.

Sebagai pengganti Endo, Jepang memanggil Shuto Machino, penyerang Borussia Mönchengladbach, ke dalam skuad 26 pemain. Machino diharapkan mampu memberikan kontribusi di lini depan yang selama ini menjadi sorotan. Jepang akan memulai perjuangan mereka di Grup F dengan menghadapi Belanda pada Minggu, 14 Juni 2026 (atau Senin dini hari 15 Juni waktu Indonesia). Pertandingan tersebut akan berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas. Setelah itu, Jepang akan bertemu Tunisia pada 20 Juni di Stadion BBVA, Guadalupe, Meksiko, dan ditutup melawan Swedia pada 25 Juni kembali di Arlington.

Keputusan Endo untuk pensiun dari tim nasional mengejutkan banyak pihak, mengingat ia masih menjadi salah satu pemain paling berpengalaman di skuad Jepang. Cedera yang berkepanjangan memang menjadi faktor utama, namun banyak pengamat menilai bahwa faktor usia dan regenerasi tim juga turut memengaruhi. Dengan rata-rata usia skuad Jepang yang relatif muda, keputusan Moriyasu untuk tidak membawa Endo ke Piala Dunia 2026 dianggap sebagai langkah berani untuk memberikan kesempatan kepada generasi penerus.

Namun, keputusan ini juga menuai kritik dari sebagian pendukung yang menilai Endo masih layak membela negara. Pasalnya, pengalaman Endo di level tertinggi, termasuk bersama Liverpool di Liga Champions, sangat berharga bagi tim yang masih dalam proses pembangunan. Meski demikian, Moriyasu menegaskan bahwa keputusan telah diambil demi kebaikan tim secara keseluruhan. “Saya harus memikirkan apa yang terbaik untuk tim di turnamen ini. Ini bukan keputusan mudah, tapi harus diambil,” ujarnya.

Pensiunnya Endo meninggalkan jejak yang mendalam bagi sepak bola Jepang. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain Jepang yang sukses berkarier di Premier League dan menjadi kapten tim nasional. Warisannya tidak hanya terletak pada statistik, tetapi juga pada dedikasi dan profesionalismenya. Di media sosial, banyak mantan rekan setim dan penggemar yang memberikan penghormatan, menyebutnya sebagai legenda yang akan selalu dikenang.

Kini, Jepang harus melangkah maju tanpa sang kapten. Laga melawan Belanda akan menjadi ujian pertama bagi skuad asuhan Moriyasu. Dengan dukungan penuh dari Endo yang kini menjadi suporter, Samurai Biru diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik mereka di panggung dunia. Endo sendiri menegaskan akan terus mendukung tim nasional Jepang, meskipun tidak lagi berada di lapangan. “Mulai sekarang saya mendukung tim nasional Jepang sebagai salah satu suporter,” tulisnya, menutup babak panjang karier internasionalnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *