PSPK – 12 Mei 2026 | PEKANBARU – PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah) kembali menegaskan komitmen sosialnya lewat kehadiran dalam Trofeo Sepakbola Mini Soccer yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau bekerja sama dengan PT PLN (Persero) Regional Riau. Acara yang digelar pada akhir pekan kemarin tidak sekadar menjadi kompetisi olahraga, melainkan platform strategis bagi perbankan, media, dan lembaga publik untuk memperkuat jaringan kerjasama yang dapat meningkatkan kualitas informasi dan pembangunan wilayah.
Latar Belakang Kegiatan dan Peran BRK Syariah
Trofeo Mini Soccer merupakan inisiatif tahunan PWI Riau yang mengusung tema “Sportivitas untuk Persatuan”. Tujuannya adalah menciptakan ruang interaksi informal antara wartawan, pejabat, serta perwakilan dunia usaha. BRK Syariah, yang beroperasi sejak 2012, telah lama menempatkan diri sebagai institusi keuangan yang mengedepankan nilai-nilai syariah, termasuk tanggung jawab sosial melalui program‑program kemasyarakatan.
Dalam acara tersebut, BRK Syariah diwakili oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Fajar Restu Febriansyah, serta Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan, T.M Fadhly Kholis. Kedua tokoh ini menyampaikan pentingnya peran pers sebagai mitra strategis dalam penyebaran informasi edukatif yang dapat membentuk opini publik yang sehat.
Agenda dan Kronologi Acara
- 08.00 – Registrasi tim peserta (wartawan, perwakilan PLN, pegawai BRK Syariah, dan tamu undangan).
- 09.30 – Sambutan pembukaan oleh Ketua PWI Riau, diikuti perkenalan resmi perwakilan bank.
- 10.00 – Kick‑off pertandingan pertama antara Tim Wartawan vs Tim PLN.
- 12.00 – Istirahat, sesi foto bersama, dan penyerahan sertifikat penghargaan bagi tim berprestasi.
- 13.30 – Diskusi panel singkat: “Media, Bank, dan Pembangunan Daerah” yang dipandu oleh moderator PWI Riau.
- 15.00 – Final Trofeo Mini Soccer dan upacara penutupan.
Analisis Dampak Sinergi Antara Bank Syariah dan Pers
Kerjasama yang terjalin dalam konteks olahraga memiliki sejumlah implikasi positif:
- Peningkatan Kepercayaan Publik: Kehadiran perwakilan bank dalam kegiatan non‑formal mengurangi jarak persepsi antara institusi keuangan dan masyarakat.
- Penguatan Ekosistem Informasi: Wartawan yang memahami nilai-nilai syariah dapat menulis artikel yang lebih akurat mengenai produk perbankan syariah, mengurangi misinformasi.
- Pengembangan Jaringan Bisnis: Pertemuan informal membuka peluang kolaborasi baru, misalnya program literasi keuangan bersama media lokal.
- Inspirasi Kebijakan Publik: Diskusi panel menghasilkan rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah dalam mendukung inklusi keuangan melalui media.
Data Partisipasi dan Statistik Acara
| Kelompok | Jumlah Tim | Peserta |
|---|---|---|
| Wartawan (PWI) | 4 | 32 |
| PLN Regional Riau | 3 | 24 |
| BRK Syariah | 2 | 16 |
| Undangan Lainnya | 2 | 15 |
| Total | 11 | 87 |
Relevansi bagi Industri Perbankan Syariah di Riau
Riau, sebagai provinsi dengan potensi ekonomi maritim dan pertambangan yang signifikan, menuntut lembaga keuangan untuk tidak hanya menyediakan produk finansial, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan sosial. BRK Syariah melihat media sebagai “jembatan informasi” yang dapat menyoroti inisiatif keuangan inklusif, seperti pembiayaan mikro halal untuk petani dan usaha kecil.
Dengan menegaskan peran pers sebagai mitra bukan sekadar publikasi, bank berupaya mengurangi stigma negatif yang kadang melekat pada industri keuangan syariah—misalnya kesalahpahaman mengenai produk berbasis mudharabah atau musyarakah. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan syariah, sehingga lebih banyak warga Riau dapat memanfaatkan layanan perbankan yang sesuai dengan nilai agama mereka.
Respons dari Insan Pers dan Pemerintah Daerah
Beberapa wartawan yang berpartisipasi menyatakan bahwa interaksi langsung dengan perwakilan bank membuka perspektif baru mengenai praktik perbankan syariah. “Kami biasanya hanya menulis tentang regulasi, tapi lewat lapangan kami dapat melihat bagaimana bank berkontribusi pada masyarakat,” ujar seorang reporter senior PWI Riau.
Pihak Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, memberikan dukungan logistik pada acara tersebut. Mereka menilai kegiatan semacam ini dapat memperkuat sinergi lintas sektor, terutama dalam upaya mempercepat program Smart City yang sedang dikembangkan di Pekanbaru.
Prospek Kolaborasi Kedepan
Fajar Restu Febriansyah menegaskan bahwa Trofeo Mini Soccer hanyalah langkah awal. “Kami akan meluncurkan program bersama media untuk menyiarkan edukasi keuangan syariah melalui podcast, webinar, dan konten digital,” ujarnya. Rencana tersebut mencakup:
- Seri video pendek tentang prinsip-prinsip perbankan syariah.
- Kolaborasi penulisan artikel investigatif mengenai inklusi keuangan di daerah pedesaan.
- Penyelenggaraan seminar tahunan “Media & Keuangan Syariah” dengan partisipasi akademisi.
Dengan agenda tersebut, BRK Syariah berharap dapat menjadi contoh bagi bank-bank syariah lain di Indonesia dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan produktif.
Secara keseluruhan, Trofeo PWI Riau tidak hanya menyuguhkan pertandingan sepakbola yang menghibur, melainkan juga menegaskan betapa pentingnya kolaborasi lintas sektoral dalam memperkuat fondasi sosial‑ekonomi provinsi. Melalui sportivitas di lapangan, tercipta energi positif yang mengalir ke ruang kebijakan, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan industri keuangan yang berlandaskan nilai-nilai keadilan serta keberlanjutan.












