Project Seru Penuh Kejutan

Legenda Rock Indonesia Donny Fattah Meninggal di Usia 76 Tahun: Kiprah, Penyakit, dan Warisan Abadi

March 7, 2026 • 0 Views
Legenda Rock Indonesia Donny Fattah Meninggal di Usia 76 Tahun: Kiprah, Penyakit, dan Warisan Abadi
Legenda Rock Indonesia Donny Fattah Meninggal di Usia 76 Tahun: Kiprah, Penyakit, dan Warisan Abadi

PSPK – 07 Maret 2026 | Jakarta, 7 Maret 2026 – Dunia musik tanah air kehilangan sosok ikoniknya. Donny Fattah, bassist sekaligus salah satu pendiri band rock legendaris God Bless, resmi meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, pada usia 76 tahun.

Pengumuman resmi dan reaksi publik

Pengumuman duka disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless (@godblessrocks) dengan kalimat berbahasa Arab, “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” yang diikuti keterangan: “Telah meninggal dunia DONNY FATTAH, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta.” Berita tersebut langsung memicu ribuan komentar duka dari musisi, kritikus, dan penggemar di seluruh Indonesia.

Biografi singkat

Donny Fattah lahir di Makassar pada 24 September 1949. Minatnya pada musik tumbuh sejak remaja, dan pada usia 15 tahun ia bergabung dengan band Harbour Beat sebelum pindah ke Fancy Junior. Pada tahun 1972 ia bersama Achmad Albar mendirikan Crazy Wheels, yang pada 1973 bertransformasi menjadi God Bless. Sepanjang karier, Donny dikenal dengan gaya bermain bass yang kuat serta ciri khas memakai bandana.

Kiprah musikal bersama God Bless

Sebagai tulang punggung ritme, Donny berperan penting dalam penciptaan lagu‑lagu yang menjadi klasik rock Indonesia, antara lain:

  • “Semut Hitam”
  • “Anak Adam”
  • “Musisi”
  • “Huma di Atas Bukit”

Kontribusinya tidak hanya terbatas pada permainan bass; ia turut menulis aransemen dan membantu menentukan arah musikal band yang kental dengan nuansa progressive rock dan hard rock.

Proyek sampingan dan kolaborasi

Pada tahun 1974 Donny bersama adiknya Rudy Gagola membentuk duo D&R, yang menghasilkan album debut berisi kolaborasi dengan vokalis ternama seperti Achmad Albar, Ida Noor, dan Djatu Parmawati. Di era 1990-an, ketika God Bless mengalami vakum, Donny aktif dalam proyek supergroup Kantata Takwa bersama Setiawan Djody dan bergabung dengan grup progresif Gong 2000, memperluas jejak musiknya ke genre yang lebih eksperimental.

Perjuangan kesehatan menjelang wafat

Dalam dua tahun terakhir, Donny berjuang melawan tiga penyakit serius:

  • Sarkopenia – penurunan massa dan kekuatan otot yang progresif.
  • Penyumbatan vaskular – mengganggu aliran darah ke organ vital.
  • Penyakit autoimun – sistem kekebalan menyerang sel sehat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia mengonsumsi sekitar 32 jenis obat dan suplemen setiap hari. Donny sempat mengungkapkan efek samping seperti pusing dan pandangan kabur, namun semangatnya untuk tetap tampil tidak pernah padam. Bahkan pada 2025 ia masih tampil dalam konser akustik “God Bless Unplugged”.

Upacara pemakaman dan penghormatan

Jasad Donny Fattah dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta, setelah sempet berada di rumah duka RS Fatmawati. Keluarga, sahabat, serta rekan musisi memberikan penghormatan dengan menyalakan lilin dan mengucapkan doa. Beberapa musisi ternama, seperti Iga Massardi, Chua Kotak, dan Pongky Barata, menuliskan ucapan duka di kolom komentar resmi band.

Warisan dan pengaruh

Donny Fattah tidak hanya dikenang sebagai bassist berbakat, melainkan sebagai otak kreatif yang membantu mengukir sejarah rock Indonesia. Karyanya melintasi genre, dari rock klasik hingga progresif, dan ia pernah menjadi bagian penting dalam formasi Kantata Takwa pada 1990. Reuni God Bless tahun 2002, yang diprakarsai Donny, membuktikan komitmennya untuk menjaga kelangsungan musik bangsa.

Kepergian Donny Fattah meninggalkan lubang besar di hati para pencinta musik, namun jejaknya tetap hidup melalui lagu‑lagu yang terus diputar di radio, platform streaming, dan panggung-panggung konser. Semoga amalnya diterima dan keluarganya diberikan ketabahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *