PSPK – 21 April 2026 | Syahriyadi, penyanyi muda asal Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, kembali mencuri perhatian publik lewat lagu berbahasa Banjar “Gadis Manis Kalimantan” yang mendominasi backsound video TikTok.
Awal Karier Melalui Cover Lagu
Pada tahun 2021, Syahriyadi masih bekerja sebagai penjaga gerai makanan cepat saji ketika ia mengunggah video cover “Pecah Seribu” milik Elvi Sukaesih. Video tersebut langsung viral di media sosial, membuka pintu masuknya ke dunia hiburan.
Langkah Selanjutnya: Single dan Kolaborasi
Setelah kesuksesan pertama, ia merilis beberapa single yang masing‑masing mendapat jutaan tampilan. Di antaranya:
- “Bila Tak Mau Disakiti Jangan Menyakiti” (2021) – 5,1 juta penonton.
- “Maafkan Aku” (2021) – 9,7 juta penonton.
- “Terluka Karena Cinta” (2022) – 10 juta penonton.
- “Aku Hanya Pelarian” (2022) – menambah eksposur di YouTube.
- “Bertahan Sakit, Pergi Sulit” (2023) – 2 juta backsound TikTok, 20 juta penonton YouTube.
Selama periode tersebut, Syahriyadi juga sempat mengikuti ajang pencarian bakat, meski harus berakhir di babak 12 besar. Pengalaman ini tidak menghalangi semangatnya untuk terus berkarya.
Eksperimen dengan Bahasa Banjar
Pada awal 2025, ia merilis single keenam “Kada Pacang Lagi” yang memakai bahasa Banjar. Lagu ini berhasil menembus 2,4 juta penonton di YouTube. Kesuksesan itu berlanjut pada tahun 2026 dengan single ketujuh “Gadis Manis Kalimantan”, kembali berbahasa Banjar dan diciptakan oleh Tegar CS.
Potongan lirik “P P Apa” dari lagu tersebut menjadi fenomena di TikTok, dipakai oleh selebritas seperti Fuji, Ria Ricis, Luna Maya, dan Vilmei, serta dalam live streaming Marapthon.
Visi ke Depan
Meski telah meraih popularitas, Syahriyadi tidak berpuas diri. Ia berkomitmen mengangkat musik Banjar‑Indo ke panggung nasional, berharap bahasa daerah dapat lebih dikenal lewat karya musik modern.












