PSPK – 20 April 2026 | Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali menjadi saksi pertarungan sengit pekan ke-28 BRI Super League antara Bali United dan Malut United. Kedua tim datang dengan tujuan berbeda: Bali United mengincar tiga poin penuh untuk memperkuat posisi klasemen, sementara Malut United berusaha menghentikan tren kebobolan dan meredam ancaman lini depan lawan, terutama winger Jepang Teppei Yachida.
Pra‑pertandingan: Yachida menjadi sorotan utama
Sejak bergabung pada putaran kedua musim 2025/26, Yachida telah menunjukkan dampak signifikan. Dalam sepuluh penampilan, ia mencetak empat gol dan dua assist, menjadikannya pemain kunci dalam skema serangan Serdadu Tridatu. Pelatih Bali United Johnny Jansen menekankan pentingnya kecepatan dan kreativitas Yachida untuk memecah pertahanan lawan.
Di sisi lain, pelatih Malut United Hendri Susilo tak mengabaikan ancaman tersebut. Ia mengungkapkan bahwa timnya menyiapkan beberapa skema defensif khusus untuk mengekang pergerakan Yachida, termasuk penekanan pada marking ketat dan penutupan ruang di sisi kiri lapangan.
Jalannya laga: Gol demi gol menegaskan dominasi Bali United
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Malut United hampir membuka keunggulan melalui serangan agresif pada menit pertama, namun VAR menolak penalti yang diajukan atas pelanggaran di dalam kotak terlarang.
Poin pertama muncul lewat gol Ciro Alves (Malut United) pada menit ke‑32, memanfaatkan umpan Taufik Rustam. Keunggulan ini tidak bertahan lama. Lima menit kemudian, wasit mengangkat penalti setelah kiper Angga Saputro melakukan pelanggaran terhadap Diego Campos. Teppei Yachida melangkah maju dan mengeksekusi tendangan tersebut dengan tegas, menyamakan kedudukan 1‑1.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi dari kedua kubu. Bali United menyerang balik dengan cepat; pada menit ke‑63, bek tengah Joao Ferrari menambah gol lewat sundulan setelah memanfaatkan bola lontaran dari lawan. Empat menit berselang, Boris Kopitovic menambah keunggulan 3‑1 dengan sundulan serupa yang menimbulkan kebingungan di lini pertahanan Malut United.
Gol penutup datang pada menit ke‑77, ketika penyerang Thijmen Goppel memanfaatkan kecepatan dan kemampuan dribbling untuk menembus dua bek, lalu menegaskan skor 4‑1.
Reaksi pelatih dan pemain
Setelah laga, Johnny Jansen mengapresiasi kerja keras timnya, terutama eksekusi penalti oleh Yachida. Jansen menilai bahwa meski kemenangan sudah memuaskan, Bali United masih memiliki ruang untuk mencetak lebih banyak gol.
Hendri Susilo, di pihak Malut United, mengaku kecewa dengan hasil akhir. Ia menyebut adanya “intimidasi” yang memengaruhi performa timnya, meski tidak menjelaskan detailnya. Susilo menegaskan bahwa strategi defensif yang telah dirancang belum mampu menahan serangan cepat dan presisi Bali United.
Statistik penting
- Gol Bali United: Teppei Yachida (penalti), Joao Ferrari, Boris Kopitovic, Thijmen Goppel.
- Gol Malut United: Ciro Alves.
- Assist utama: Diego Campos (penalti Yachida), Gustavo Franca (gol Ferrari).
- Penguasaan bola: Bali United 56%, Malut United 44%.
- Tembakan ke gawang: Bali United 12, Malut United 8.
Kesimpulan
Kemenangan 4‑1 mengukuhkan Bali United sebagai tim yang mampu menggabungkan kreativitas individu, khususnya melalui aksi Teppei Yachida, dengan kekompakan kolektif. Sementara Malut United harus mengevaluasi kembali taktik pertahanan dan mengatasi rasa intimidasi yang dirasakan pelatihnya. Pertarungan selanjutnya akan menambah gambaran persaingan di puncak klasemen Super League 2025/26.












