PSPK – 20 April 2026 | Persebaya Surabaya kembali menelan kekalahan pahit 1-2 di depan penonton Gelora Bung Tomo pada Jumat (17/4/2026) ketika menjamu Madura United. Meskipun tim tuan rumah menguasai bola hingga 71 persen dan menciptakan empat peluang tembakan, hasil akhir tetap tidak sejalan dengan dominasi di lapangan.
Dominasi Statistik tetapi Gagal Menyelesaikan
Penguasaan bola tercatat 71%, dua gol tercipta di dua babak berbeda oleh Madura United, sedangkan gol balasan Persebaya hanya datang pada menit ke-82 melalui Riyan Ardiansyah. Empat tembakan ke gawang tim merah-putih tidak menghasilkan satu pun gol, menegaskan masalah finishing yang masih membayangi skuad.
- Penguasaan bola: 71%
- Jumlah tembakan ke gawang: 4
- Gol Madura United: 2 (babak pertama 1, babak kedua 1)
- Gol Persebaya: 1 (menit 82)
Francisco Rivera Ungkap Kekecewaan dan Kondisi Ruang Ganti
Setelah peluit akhir, gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera, menegaskan rasa kecewa yang mendalam. “Kami sangat kecewa. Kami kecewa karena kalah,” ucapnya dengan nada tegas dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa tim sudah menjalankan instruksi pelatih dengan baik, namun peluang yang diciptakan tidak diubah menjadi gol.
Selain menyoroti performa di lapangan, Rivera juga meluapkan rasa tidak puas terhadap kondisi ruang ganti. Menurutnya, fasilitas ruang ganti Persebaya tidak memadai untuk menampung pemain yang baru saja mengalami kekalahan emosional. “Ruang ganti terasa sempit, kurang ventilasi, dan tidak ada ruang yang cukup untuk tim melakukan pemulihan mental,” ujar Rivera.
Analisis Taktik Madura United
Madura United datang dengan strategi bertahan total, menunggu serangan balik cepat. Rivera mengakui lawan sudah diprediksi sejak awal: “Kami tahu mereka akan bertahan dan menunggu kesempatan. Kami menciptakan peluang, tetapi tidak bisa mencetak gol.” Pendekatan defensif tersebut membuat Persebaya harus bekerja keras untuk menembus pertahanan lawan.
Reaksi Bonek dan Bonita
Suporter Bonek dan Bonita tetap memberikan dukungan penuh, namun sorotan tajam diarahkan kepada lini serang yang dianggap kurang tajam. Banyak netizen menilai bahwa meskipun kontrol permainan berada di tangan Persebaya, kekurangan dalam penyelesaian akhir menjadi faktor utama kegagalan.
Ke depannya, pelatih Persebaya diharapkan menyesuaikan taktik dengan menambah variasi serangan dan meningkatkan akurasi tembakan. Sementara itu, manajemen klub dituntut untuk memperbaiki fasilitas ruang ganti agar pemain dapat pulih secara optimal setelah pertandingan berat.
Dengan catatan statistik yang menunjukkan dominasi namun hasil yang mengecewakan, Persebaya Surabaya harus menemukan cara mengubah penguasaan menjadi poin. Francisco Rivera dan rekan-rekannya kini berada di persimpangan: memperbaiki finishing, meningkatkan kondisi mental, serta memastikan fasilitas pendukung memadai untuk menghindari kekecewaan serupa di laga berikutnya.












