PSPK – 18 April 2026 | Sabtu, 18 April 2026, Stadion Gelora Delta di Sidoarjo menjadi saksi dramatisasi akhir fase grup Piala AFF U-17 2026. Timnas Thailand U-17 yang dijuluki “The War Elephant” terpaksa menutup kampanye grup B dengan kekalahan 2-3 melawan tim tangguh Laos U-17. Kekalahan ini sekaligus menandai keluarnya Thailand dari kompetisi, meninggalkan pertanyaan besar bagi generasi muda sepak bola negara Gajah Putih.
Latar Belakang Turnamen
Piala AFF U-17 2026 mempertemukan delapan tim dari kawasan Asia Tenggara dalam dua grup, A dan B. Grup B terdiri atas Thailand, Laos, Myanmar, dan Filipina. Semua tim berjuang untuk menempati dua posisi otomatis ke semifinal, sementara satu slot runner‑up terbaik masih terbuka bagi tim dengan poin terbanyak di antara tim yang tidak menjadi juara grup.
Detail Pertandingan Thailand vs Laos
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Laos membuka skor pada menit ke‑14 melalui gol Wiphusit Srichan, memberi keunggulan 1-0. Thailand membalas pada menit ke‑16 lewat Anousa Silipanya, mengembalikan keunggulan menjadi 1-1 pada jeda pertama. Babak kedua menyaksikan serangkaian perubahan skor yang cepat. Laos menyamakan kedudukan pada menit ke‑53 lewat Anoulak Singsavang dari bola mati, lalu Thailand kembali memimpin pada menit ke‑62 lewat Prince Alves Kelly Kouakou. Namun, Laos menegaskan diri dengan dua gol berurutan: Sisombat Vilaysone pada menit ke‑71 dan gol balasan selanjutnya pada menit ke‑76, yang memastikan kemenangan 3-2.
Statistik Gol dan Penampilan Pemain
- Thailand: Anousa Silipanya (1), Prince Alves Kelly Kouakou (1)
- Laos: Wiphusit Srichan (1), Anoulak Singsavang (1), Sisombat Vilaysone (2)
Tim Thailand menampilkan dominasi pada fase awal, namun kegagalan menahan pertahanan Laos pada menit-menit krusial menjadi penyebab utama kegagalan mereka. Sementara itu, Laos memperlihatkan mentalitas comeback yang luar biasa, terutama lewat kontribusi Sisombat Vilaysone yang mencetak dua gol dalam waktu singkat.
Klasemen Setelah Pertandingan
Dengan kemenangan ini, Laos menutup grup B dengan poin sempurna 7 (tiga kemenangan), mengukuhkan diri sebagai juara grup. Myanmar, yang sebelumnya unggul atas Filipina, terpaksa mengakhiri grup dengan 4 poin dan menempati posisi runner‑up. Thailand tetap berada di urutan ketiga dengan 3 poin, sementara Filipina mengakhiri dengan 0 poin.
Berikut tabel singkat klasemen grup B setelah laga penutup:
| Pos | Tim | Pld | W | D | L | GF | GA | GD | Pts |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Laos U-17 | 3 | 3 | 0 | 0 | 7 | 2 | +5 | 9 |
| 2 | Myanmar U-17 | 3 | 1 | 1 | 1 | 4 | 4 | 0 | 4 |
| 3 | Thailand U-17 | 3 | 1 | 0 | 2 | 5 | 6 | -1 | 3 |
| 4 | Filipina U-17 | 3 | 0 | 0 | 3 | 2 | 9 | -7 | 0 |
Dampak bagi Timnas Thailand U-17
Kekalahan ini menutup peluang Thailand untuk melaju ke semifinal, meski sebelumnya mereka sempat diharapkan berkat catatan kemenangan melawan Myanmar pada laga sebelumnya. Kegagalan mempertahankan keunggulan dua kali dalam satu pertandingan menyoroti kelemahan taktis, khususnya pada fase transisi pertahanan. Pelatih dan staf teknis diperkirakan akan melakukan evaluasi mendalam terhadap strategi serangan balik dan koordinasi lini belakang.
Prospek Timnas Indonesia U-17
Sementara Thailand terpuruk, Timnas Indonesia U-17 masih memiliki peluang untuk melaju ke semifinal lewat slot runner‑up terbaik. Dengan hanya 4 poin sebagai ambang batas, Indonesia harus meraih kemenangan melawan Vietnam pada pertandingan berikutnya dan berharap hasil selisih gol di grup lain tetap menguntungkan.
Secara keseluruhan, drama 2-3 antara Thailand dan Laos menambah warna kompetisi Piala AFF U-17 2026, memperlihatkan betapa ketatnya persaingan di level usia muda di Asia Tenggara. Bagi Thailand, pelajaran berharga ini diharapkan menjadi batu loncatan untuk pembinaan generasi berikutnya, sementara Laos melangkah ke semifinal dengan keyakinan tinggi.












