PSPK – 15 April 2026 | Pasar mobil penumpang Indonesia pada kuartal pertama 2026 kembali menunjukkan dinamika yang menegangkan antara merek-merek tradisional Jepang dan pendatang baru asal Tiongkok. Dalam hitungan tiga bulan, total penjualan mencapai 211.905 unit, namun susunan peringkat menampilkan pergeseran signifikan, terutama ketika BYD berhasil menyalip Honda dalam penjualan ritel pada bulan Maret.
Peringkat 10 Besar Merek Mobil di Kuartal I 2026
Data ritel gabungan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menempatkan sepuluh merek teratas sebagai berikut:
- Toyota: 64.416 unit (pangsa pasar 30,4%)
- Daihatsu: 34.653 unit (16,4%)
- Suzuki: 19.026 unit (9,0%)
- Mitsubishi Motors: 18.469 unit (8,7%)
- Honda: 13.001 unit (6,1%)
- BYD: 10.265 unit (4,8%)
- Jaecoo: 7.927 unit (3,7%)
- Hyundai: 4.824 unit (2,3%)
- Wuling: 3.643 unit (1,7%)
- Chery: 3.433 unit (1,6%)
Posisi Toyota tetap tak tergoyahkan di puncak, namun tren penurunan bulanan terlihat pada bulan Maret, ketika penjualan turun menjadi 19.538 unit dibandingkan 22.812 unit di Februari.
BYD Menggeser Honda: Fokus pada Kendaraan Listrik
Pergeseran paling menonjol terjadi pada segmen kendaraan listrik (EV). Pada bulan Maret, penjualan BYD mencapai 4.153 unit, melampaui Honda yang mencatat 4.080 unit. Pertumbuhan 15,49% BYD dari Februari (3.596 unit) menunjukkan daya tarik kuat model-model listriknya, termasuk Denza D9, Sealion 07, dan MPV M6. Sementara itu, Honda mengalami kontraksi 12,97% dan mencatat penurunan penjualan yang konsisten pada kuartal pertama.
Di antara model EV, Jaecoo J5 tetap menjadi pemimpin dengan 2.959 unit terjual di bulan Maret, menegaskan bahwa produsen asal China lain juga berhasil menancapkan kuku di pasar Indonesia.
Faktor Musiman dan Dampak Harga BBM
Penurunan distribusi mobil listrik pada bulan Maret (10.572 unit, turun 14,15% dari Februari) dipengaruhi oleh libur Idul Fitri dan cuti bersama yang mengurangi jam operasional dealer. Meskipun demikian, total penjualan kuartal I menunjukkan kenaikan tajam 95,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2025, menandakan bahwa minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan tetap kuat.
Analisis Kompetisi antara Merek Jepang dan China
Dominasi merek Jepang masih jelas, dengan tiga merek Jepang menempati lima posisi teratas. Namun, kehadiran BYD dan Jaecoo dalam enam besar menandakan perubahan struktur pasar. BYD, dengan strategi agresif pada EV dan MPV, berhasil menembus segmen menengah ke atas, sementara Jaecoo menargetkan konsumen yang menginginkan SUV listrik berharga kompetitif.
Produsen China lain seperti Wuling dan Chery juga mencatat penjualan, meskipun dalam skala lebih kecil, memperkuat tren diversifikasi sumber pasokan mobil di Indonesia.
Prospek Kuartal Kedua 2026
Para analis memprediksi bahwa kuartal berikutnya akan melihat pemulihan penjualan setelah musim libur, terutama bagi EV yang didorong oleh kebijakan insentif pemerintah dan peningkatan jaringan pengisian daya. Toyota dan Daihatsu diperkirakan akan mempertahankan pangsa pasar mereka, sementara BYD berupaya meningkatkan volume melalui peluncuran model baru dan penawaran pembiayaan yang menarik.
Jika tren pertumbuhan EV terus berlanjut, BYD berpotensi menembus posisi tiga besar secara keseluruhan, menggeser bukan hanya Honda tetapi juga Daihatsu dalam kompetisi volume penjualan.
Secara keseluruhan, kuartal I 2026 menegaskan bahwa pasar otomotif Indonesia berada pada persimpangan penting antara tradisi merek Jepang dan inovasi serta agresivitas produsen China, khususnya dalam segmen kendaraan listrik. Persaingan yang semakin ketat ini diyakini akan mendorong inovasi produk, layanan purna jual, serta kebijakan harga yang lebih kompetitif, demi memenuhi selera konsumen yang semakin mengutamakan efisiensi energi dan teknologi modern.












