Project Seru Penuh Kejutan

Kesehatan Tulang Sering Diabaikan, Padahal Risiko Sudah Mengintai di Usia Muda

April 12, 2026 • 0 Views
Kesehatan Tulang Sering Diabaikan, Padahal Risiko Sudah Mengintai di Usia Muda
Kesehatan Tulang Sering Diabaikan, Padahal Risiko Sudah Mengintai di Usia Muda

PSPK – 12 April 2026 | Jakarta – Kesehatan tulang masih dipandang sebagai masalah yang hanya dialami oleh lansia, padahal proses pembentukan tulang mencapai puncaknya pada usia muda. Menurut data Persatuan Osteoporosis Indonesia, sekitar 41,7% penduduk Indonesia sudah mengalami osteopenia, kondisi kepadatan tulang rendah yang sering tidak disadari.

Kalbe Farma menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat sebagai penyebab utama tingginya risiko gangguan tulang pada usia produktif. Lyon Clement, Medical & Pharmacovigilance Manager Kalbe, menjelaskan bahwa kepadatan tulang mencapai puncaknya antara usia 18 hingga 30 tahun, kemudian secara bertahap menurun.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi kesehatan tulang antara lain:

  • Asupan kalsium yang belum memenuhi kebutuhan harian (800‑1000 mg untuk dewasa).
  • Vitamin D yang diperlukan untuk penyerapan kalsium.
  • Gaya hidup sedentari, kurangnya aktivitas fisik, dan terlalu banyak waktu duduk.

Untuk mencegah osteopenia hingga osteoporosis, Kalbe merekomendasikan langkah-langkah sederhana berikut:

  1. Rutin berolahraga, terutama latihan beban dan aktivitas yang meningkatkan tekanan pada tulang.
  2. Mengonsumsi makanan kaya kalsium seperti susu, keju, ikan berlemak, dan sayuran hijau.
  3. Mendapatkan paparan sinar matahari atau suplemen vitamin D sesuai anjuran dokter.
  4. Mengecek kepadatan tulang secara periodik, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Dengan menerapkan kebiasaan sehat sejak usia muda, risiko penurunan massa tulang dapat diminimalkan, sehingga kualitas hidup di masa depan tetap terjaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *