Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Gubernur Andra Soni Dorong Setiap Sekolah di Banten Lakukan Gerakan Menanam

April 9, 2026 • 0 Views
Gubernur Andra Soni Dorong Setiap Sekolah di Banten Lakukan Gerakan Menanam
Gubernur Andra Soni Dorong Setiap Sekolah di Banten Lakukan Gerakan Menanam

PSPK – 09 April 2026 | Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan pentingnya gerakan menanam di setiap sekolah di provinsi tersebut pada acara pelepasan 21 petani milenial yang akan magang di Jepang, yang dilaksanakan di Gedung Negara Provinsi Banten, Serang, Kamis 9 April 2026.

Andra Soni menekankan bahwa menanam dapat dilakukan baik di lahan terbuka maupun melalui media polybag, serta harus dibarengi dengan pendampingan mentor berpengalaman. Menurutnya, kebiasaan menanam sejak dini akan menumbuhkan budaya agrikultur yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bunga, Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Ruhyana, menyampaikan program edukasi pertanian yang dijalankannya. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Ruhyana mengelola lahan seluas 1.000 meter persegi sebagai media holtikultura bagi pelajar, serta mengkoordinasikan lahan urban farming seluas 150 hektare yang dibagi ke delapan Gapoktan.

  • Lahan edukasi pertanian: 4.000 meter persegi, mencakup padi, ikan, ternak, dan kebun sayur.
  • Urban farming: 150 hektare, dibagi delapan Gapoktan, menyediakan lahan bagi sekolah.
  • Tanaman yang direkomendasikan: kangkung, bayam, pakcoy, mudah perawatan dan menghasilkan sekitar Rp 3 juta per bulan dengan waktu kerja 60 jam.

Ruhyana menegaskan bahwa bertani tidak harus memerlukan lahan luas; bahkan pekarangan rumah dapat menjadi tempat produksi yang menguntungkan. Ia juga berkeliling ke sekolah-sekolah untuk mengajarkan teknik bercocok tanam praktis.

Gubernur Andra Soni menyambut baik inisiatif tersebut, mengingat situasi geopolitik global yang meningkatkan kekhawatiran mengenai ketahanan pangan. Ia menekankan bahwa Banten memiliki potensi alam subur sehingga krisis pangan dapat dihindari bila masyarakat memiliki kemauan menanam.

Selanjutnya, Andra Soni meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian untuk menindaklanjuti program ini. Tahap awal diarahkan pada penunjukan beberapa sekolah dengan lahan yang memadai sebagai percontohan, dengan pendampingan terus‑menerus dari Ruhyana.

Jika program berhasil, diharapkan dapat diperluas ke semua sekolah negeri dan swasta di wilayah provinsi, menjadikan menanam bagian integral dari kurikulum dan kehidupan siswa. Menurut Gubernur, hal ini bukan sekadar proyek, melainkan upaya menumbuhkan budaya menanam yang akan menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika mereka memasuki dunia kerja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *