PSPK – 05 Maret 2026 | Jürgen Klopp, mantan pelatih Liverpool yang menorehkan gelar Liga Champions dan Premier League, kini menjabat sebagai Global Head of Soccer Red Bull sejak Januari 2025. Meskipun posisinya di puncak struktur klub-klub Red Bull, performa tim-tim andalan grup tersebut, khususnya RB Salzburg, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas kebijakan Klopp.
Kinerja RB Salzburg di Europa League
Musim kompetisi 2025/2026, RB Salzburg gagal melaju dari fase grup Europa League. Kekalahan tersebut tidak hanya menurunkan moral, tetapi juga berujung pada pemecatan pelatih Thomas Letsch. Penggantinya, Daniel Beichler, diharapkan dapat mengembalikan kejayaan, namun tekanan kini beralih ke jajaran manajemen Red Bull, termasuk Klopp.
- Eliminasi pada fase grup menurunkan poin koefisien klub di UEFA.
- Pegawai Red Bull menilai kegagalan ini sebagai bagian dari “situasi yang kurang memuaskan” pada dua klub utama grup.
- Spekulasi muncul bahwa Oliver Glasner, yang akan meninggalkan Crystal Palace, menjadi kandidat kuat menggantikan peran Klopp di Red Bull.
Reaksi Oliver Mintzlaff
Ketika laporan The Athletic mengklaim posisi Klopp di Red Bull tidak aman, Oliver Mintzlaff, CEO Red Bull, membantah keras. “Itu adalah complete nonsense dan tidak berdasar. Kami sangat puas dengan kerja Klopp,” ujarnya. Mintzlaff menekankan bahwa Klopp terus berinvestasi waktu, berkomunikasi dengan pelatih dan direktur olahraga, serta mengembangkan filosofi sepak bola Red Bull secara berkelanjutan.
Spekulasi Kembalinya Klopp ke Bangku Pelatih
Berbagai media, termasuk L’Équipe, melaporkan bahwa semakin lama waktu berlalu, Klopp semakin tertarik kembali ke dunia kepelatihan. Nama Real Madrid muncul sebagai target potensial setelah pemecatan Xabi Alonso pada Januari. Agen Klopp, Marc Kosicke, mengungkapkan bahwa klub-klub Premier League seperti Chelsea dan Manchester United juga menunjukkan minat, meskipun Klopp pernah menyatakan tak akan melatih klub Inggris lagi.
Menurut Kosicke, “Mungkin suatu saat dia akan ingin mencium kembali bau ruang ganti,” menambah bahwa Klopp kini “sangat bahagia” dengan perannya di Red Bull. Namun, tekanan hasil yang kurang memuaskan di Leipzig dan Salzburg dapat mempercepat keputusan tersebut.
Transfer dan Dampaknya
Di tengah spekulasi, Red Bull juga terlibat dalam dinamika transfer. Samson Baidoo, bek tengah asal Austria, pindah dari RB Salzburg ke Lens pada 2025 dengan nilai sekitar €8 juta. Langkah ini menandakan strategi penjualan talenta muda Red Bull, namun sekaligus mengurangi kedalaman skuad Salzburg yang kini harus mengandalkan pemain baru untuk mengatasi kekosongan.
Selain itu, rumor mengenai minat Liverpool terhadap Baidoo muncul, menambah lapisan kompleksitas dalam jaringan transfer Red Bull yang melintasi benua.
Secara keseluruhan, posisi Jürgen Klopp di Red Bull berada di persimpangan antara tanggung jawab eksekutif yang luas dan harapan tinggi dari penggemar serta media. Kinerja buruk RB Salzburg di kompetisi Eropa menjadi sorotan utama, sementara pernyataan mantap Oliver Mintzlaff menunjukkan dukungan internal yang kuat. Di sisi lain, spekulasi mengenai kembalinya Klopp ke bangku pelatih, terutama ke Real Madrid atau klub Premier League, tetap menggantung, menambah ketegangan politik internal Red Bull.
Apakah Klopp akan tetap memimpin proyek global Red Bull hingga akhir kontraknya pada 2029, ataukah ia akan kembali ke dunia kepelatihan, masih menjadi pertanyaan besar. Satu hal pasti, hasil RB Salzburg dan Leipzig akan menjadi indikator utama bagi Red Bull dalam menilai keberlanjutan kebijakan manajerial Klopp.












