PSPK – 08 April 2026 | Surabaya – Babak Final Four Proliga 2026 berakhir dengan kejutan dramatis ketika Jakarta Bhayangkara Presisi mengalahkan Samator Surabaya 3‑1, menambah intensitas persaingan menuju Grand Final.
Perjalanan Bhayangkara hingga kemenangan
Tim Bhayangkara yang dibimbing oleh pelatih senior menunjukkan performa konsisten sejak awal fase final four. Pada pertandingan melawan Samator, Bhayangkara memanfaatkan servis agresif dan blok yang rapat untuk menguasai ritme permainan. Setelah melewatkan set pertama dengan skor 23‑25, Bhayangkara bangkit dengan mengamankan tiga set berikutnya secara meyakinkan (25‑18, 25‑16, 25‑14). Penampilan luar biasa pemain kunci seperti Taylor Sander dan Boy Arnez memberikan dorongan moral yang signifikan bagi skuad.
Samator: Kegagalan mengendalikan momentum
Samator, yang sebelumnya menorehkan kemenangan atas LavAni pada laga di Surabaya, tampak kehilangan kontrol mental pada laga melawan Bhayangkara. Outside hitter Jordan Susanto mengakui timnya terlalu terburu‑buruan setelah unggul pada set pertama, yang berujung pada banyak error. Manajer tim Hadi Sampurno menambahkan bahwa ketidakhadiran opposite Rama Fazza selama satu bulan memaksa Samator mencari variasi serangan baru, namun kurangnya pengalaman pemain muda dalam tekanan besar menjadi faktor penentu.
LavAni tetap bersaing di puncak klasemen
Di sisi lain, Jakarta LavAni Livin Transmedia juga menunjukkan performa impresif dengan menundukkan Samator 3‑1 pada pertandingan sebelumnya. Meskipun sempat tertinggal di set pertama (23‑25), LavAni membalik keadaan dengan tiga set kemenangan berurutan (25‑15, 25‑16, 25‑13). Kemenangan ini menyamakan poin LavAni dengan Bhayangkara, masing‑masing mengumpulkan dua kemenangan dan enam poin. Namun, Bhayangkara memimpin klasemen karena rasio set yang lebih unggul.
Klasemen akhir Final Four
| Tim | Pertandingan | Poin | Rasio Set |
|---|---|---|---|
| Jakarta Bhayangkara Presisi | 2 | 6 | +6 |
| Jakarta LavAni Livin Transmedia | 2 | 6 | +5 |
| Gresik Phonska | 1 | 3 | +2 |
| Samator Surabaya | 0 | 0 | -13 |
Dengan klasemen ini, pertemuan kedua antara Bhayangkara dan LavAni pada seri Solo dijadwalkan pada 9 April menjadi pertandingan penentu tiket Grand Final. Kedua tim memiliki peluang hampir sama, namun keunggulan rasio set Bhayangkara memberi mereka sedikit keunggulan psikologis.
Secara keseluruhan, Final Four Proliga 2026 memperlihatkan persaingan yang ketat di antara tim-tim elit. Bhayangkara menegaskan niatnya untuk melaju ke final dengan mengatasi Samator, sementara LavAni tetap berada di jalur yang sama. Gresik Phonska, meski belum memperoleh kemenangan, menunjukkan semangat “on fire” setelah mengalahkan Jakarta Electric PLN pada pertandingan sebelumnya.
Penggemar voli di seluruh Indonesia kini menantikan laga penentu pada seri Solo. Apabila Bhayangkara berhasil mempertahankan keunggulan, mereka berpeluang melaju ke Grand Final dengan momentum kuat. Di sisi lain, LavAni harus mengatasi tekanan dan memperbaiki rasio set untuk menutup celah. Pertarungan yang akan datang diprediksi akan menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah Proliga.












