PSPK – 07 April 2026 | AC Milan kembali menuai kritik tajam setelah menelan kekalahan 0-1 dari Napoli pada pekan ke-31 Liga Italia, Senin 6 April 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Diego Armando Maradona tersebut menampilkan serangkaian kegagalan di lini serang Rossoneri, meski pelatih Massimiliano Allegri sempat menurunkan hingga lima penyerang sekaligus.
Statistik dan Gambaran Umum Pertandingan
Selama 90 menit, AC Milan mencatat hanya satu tembakan tepat sasaran, yang ironisnya datang dari gelandang Youssouf Fofana pada babak pertama. Tidak ada penyerang yang berhasil mengancam gawang Napoli, bahkan Niclas Fullkrug dan Christopher Nkunku, yang memulai laga sebagai starter, hanya mampu menghasilkan peluang minim. Di paruh kedua, Allegri melakukan tiga pergantian: Santiago Gimenez menggantikan Fullkrug, Christian Pulisic masuk menggantikan Nkunku, dan Rafael Leão menambah variasi serangan. Namun, ketiga pemain tersebut belum menunjukkan kebugaran optimal dan tetap tidak mampu menciptakan gol.
Masalah Lini Depan yang Mendasar
Serangkaian hasil negatif ini bukan kebetulan. Dalam enam pertandingan terakhir, AC Milan hanya mencetak satu gol melalui Leão saat melawan Cremonese pada 1 Maret. Kondisi ini memperparah catatan tim, yang mencatat tiga kekalahan beruntun dalam periode tersebut. Fullkrug dan Nkunku, meskipun dinilai bermain dengan etos tinggi, masih belum menemukan ketajaman dalam penyelesaian akhir. Di sisi lain, Pulisic masih belum mencetak gol sejak 28 Desember 2025, menambah beban mental pada pemain bintang asal Amerika Serikat tersebut.
Analisis Taktik Allegri
Allegri mengakui adanya masalah serius di sektor serang, namun tetap menegaskan kepercayaannya terhadap pemain yang ada. “Saya pikir Fullkrug dan Nkunku melakoni pertandingan dengan baik,” ujar pelatih Italia itu dalam konferensi pers pasca laga. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan mengenai pilihan taktis, mengingat lima penyerang yang dimainkan belum mampu menghasilkan peluang berarti. Kritikus menilai bahwa pelatih seharusnya mengoptimalkan peran gelandang serang, mengingat Fofana menjadi satu-satunya yang mampu mengarahkan tembakan ke gawang lawan.
Dampak pada Ambisi Musim Ini
Kekalahan melawan Napoli sekaligus menandai berakhirnya harapan AC Milan untuk kembali bersaing dalam perebutan Scudetto. Dengan tiga poin yang tertinggal dari zona aman, Rossoneri harus mengumpulkan poin penting di sisa pertandingan. Namun, permasalahan lini depan mengancam stabilitas performa tim, terutama menjelang fase penutup liga dan potensi partisipasi di kompetisi internasional. Jika penyerang tidak segera menemukan konsistensi, tekanan akan beralih kepada lini tengah dan pertahanan, yang harus menanggung beban tambahan.
Proyeksi ke Depan dan Pilihan Strategis
- Perbaikan kebugaran pemain baru: Gimenez dan Leão harus kembali ke kondisi puncak secepatnya.
- Pengembangan alternatif: Mempertimbangkan peran lebih besar bagi gelandang menyerang seperti Fofana atau memanfaatkan pemain sayap untuk menambah variasi serangan.
- Rotasi taktis: Mengurangi ketergantungan pada satu formasi 4-3-3 dan bereksperimen dengan 4-2-3-1 atau 3-5-2 untuk menstabilkan produksi gol.
- Penguatan mental: Mengadakan sesi psikologis untuk mengatasi tekanan gol yang menumpuk pada penyerang utama.
Secara keseluruhan, AC Milan berada pada titik kritis dimana kegagalan lini depan tidak hanya berpotensi menurunkan posisi liga, melainkan juga menodai reputasi klub di kancah internasional. Perubahan taktis dan pemulihan kebugaran pemain menjadi kunci utama untuk mengatasi anomali ini sebelum musim berakhir.












