PSPK – 03 April 2026 | Bek tengah asal Indonesia, Jay Idzes, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah penampilannya bersama Sassuolo melawan Inter Milan pada 8 Februari 2026. Dalam laga Serie A itu, Idzes terlibat langsung dalam duel sengit melawan penyerang bintang Inter, Marcus Thuram, menunjukkan ketangguhan dan kemampuan taktisnya di lini pertahanan.
Prestasi di Serie A dan Jadwal Kompetisi Eropa
Setelah menyelesaikan tugasnya membela Timnas Indonesia dalam FIFA Series 2026, Idzes kembali ke Italia dan diprediksi akan memperkuat Sassuolo pada pertandingan melawan Cagliari di giornata ke‑31. Pertandingan yang dijadwalkan pada Sabtu, 4 April 2026, pukul 20.00 WIB di Mapei Stadium, Reggio Emilia ini menjadi ajang penting bagi Idzes untuk mengukuhkan posisinya sebagai salah satu bek andalan klub.
Selain Idzes, rekan satu tim nasional seperti Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach) dan Calvin Verdonk (LOSC Lille) juga kembali ke kompetisi masing‑masing di Bundesliga, Ligue 1, dan liga-liga Eropa lainnya pada akhir pekan yang sama, menandai kepulangan para pemain Garuda setelah agenda internasional selesai.
Kontribusi di Timnas Indonesia
Jay Idzes tampil konsisten dalam dua laga FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis dan Bulgaria. Meskipun Indonesia kalah tipis 0‑1 melawan Bulgaria, Idzes tetap menjadi figur kunci dalam pertahanan, seringkali mengorganisir lini belakang bersama Rizky Ridho. Penampilannya yang vokal dan penuh inisiatif mendapat pujian pelatih John Herdman, yang menilai Idzes sebagai salah satu tulang punggung tim.
Keberhasilan Idzes tidak hanya terletak pada aspek teknis. Ia juga dinobatkan sebagai Pemain Terbaik PSSI Awards 2026, sebuah penghargaan yang menegaskan pengakuan atas kontribusinya baik di level klub maupun internasional.
Rencana Mulia: Panti Asuhan di Indonesia
Di luar lapangan, Idzes mengungkapkan mimpi besarnya untuk mendirikan panti asuhan di tanah air. Ide ini muncul setelah kunjungan bersama rekan‑rekan timnas ke sebuah panti asuhan pada akhir Maret 2026, di mana mereka melihat langsung kondisi anak-anak yang membutuhkan dukungan. Idzes menyatakan, “Saya ingin memberikan kontribusi sosial yang nyata, tidak hanya lewat sepak bola tetapi juga lewat program pemberdayaan anak-anak kurang mampu. Panti asuhan akan menjadi rumah kedua bagi mereka.”
Rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan, namun Idzes telah menggalang dukungan dari sejumlah sponsor lokal dan mengajak sesama pemain Garuda untuk terlibat dalam penggalangan dana serta program pelatihan olahraga bagi anak‑anak panti.
Persaingan dan Potensi Masa Depan
Sebagai bek tengah kiri, Idzes bersaing dengan pemain naturalisasi lain seperti Elkan Baggott. Baggott, yang baru saja kembali ke Timnas setelah absen dua tahun, menunjukkan kualitas serupa dalam duel udara dan distribusi bola. Namun, Idzes tetap dianggap lebih vokal dalam mengarahkan rekan‑rekannya, sebuah kualitas yang dihargai pelatih.
Jika Idzes dapat mempertahankan performa konsisten di Serie A dan terus menjadi pilihan utama di skuad nasional, ia berpotensi menjadi salah satu ikon sepak bola Indonesia yang menginspirasi generasi muda, tidak hanya lewat prestasi di lapangan tetapi juga lewat aksi sosialnya.
Dengan agenda pertandingan melawan Cagliari di depan mata, serta komitmen sosial yang sedang digarap, Jay Idzes menunjukkan bahwa bakat sepak bola dapat berpadu dengan kepedulian sosial untuk menghasilkan dampak yang lebih luas bagi bangsa.












