PSPK – 03 April 2026 | Jakarta – Legenda kiper Italia Gianluigi Buffon resmi mengundurkan diri dari posisi Kepala Delegasi Tim Nasional Italia pada Selasa malam, 2 April 2026. Pengunduran diri ini datang sesudah Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, juga mengundurkan diri usai tim nasional gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Italia tersingkir setelah kalah dalam adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina pada final play‑off Piala Dunia, Rabu 1 April 2026. Kekalahan ini menandai ketiga kalinya berturut‑turut Italia tidak hadir di turnamen terbesar dunia.
Melalui akun Instagram pribadinya, Buffon menyatakan bahwa keputusan mundur diambil segera setelah peluit akhir pertandingan melawan Bosnia. Ia menambahkan bahwa manajemen tim sempat meminta ia menunda pengumuman hingga situasi membaik, namun ia tetap menegaskan urgensi langkah tersebut.
“Mengundurkan diri tepat setelah pertandingan melawan Bosnia adalah tindakan yang mendesak, yang datang dari lubuk hati saya. Sama spontan dengan air mata yang terasa di hati saya,” tulis Buffon. “Setelah Presiden Gravina memilih mundur, saya merasa bebas untuk melakukan tindakan yang bertanggung jawab ini. Tujuan utama kami adalah membawa Italia kembali ke Piala Dunia, dan kami tidak berhasil,” lanjutnya.
Keputusan Buffon diperkirakan akan membuka jalan bagi generasi baru dalam manajemen timnas. Selama menjabat sejak musim panas 2023, ia tidak hanya mengawasi tim senior, melainkan juga terlibat dalam penyusunan program pengembangan pemain dari level usia muda hingga U‑21, dengan harapan menciptakan sistem talenta yang lebih terintegrasi.
Selain Buffon, pelatih kepala Gennaro Gattuso juga diperkirakan akan mengajukan pengunduran diri dalam waktu dekat, menambah deretan kepemimpinan yang mengalami gelombang mundur massal.
- 2 April 2026 – Buffon mengumumkan pengunduran diri secara resmi.
- 1 April 2026 – Italia kalah dari Bosnia-Herzegovina lewat adu penalti.
- 2023‑2026 – Buffon memimpin inisiatif pengembangan talenta usia muda.
Buffon menutup pernyataannya dengan rasa syukur atas kesempatan melayani negaranya, meski harus berakhir dengan catatan yang menyakitkan. “Mewakili tim nasional adalah sebuah kehormatan bagi saya dan sebuah hasrat yang telah melekat sejak saya masih kecil. Forza Azzurri sempre,” ujarnya.
Berita ini dilaporkan oleh Ahmad Raul.












