Project Seru Penuh Kejutan

Profil dan Jejak Karier Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia yang Guncang Dunia

March 31, 2026 • 0 Views
Profil dan Jejak Karier Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia yang Guncang Dunia
Profil dan Jejak Karier Veda Ega Pratama, Pembalap Muda Indonesia yang Guncang Dunia

PSPK – 31 Maret 2026 | Veda Ega Pratama, pemuda asal Gunungkidul, Yogyakarta, telah menjadi sorotan utama dalam balap motor internasional. Pada usia 15 tahun, ia berhasil menorehkan sejarah sebagai rider Indonesia pertama yang menginjak podium di kelas Moto3, menegaskan bahwa talenta lokal mampu bersaing di panggung dunia.

Latar Belakang dan Awal Mengaspal

Lahir pada 23 November 2008, Veda tumbuh dalam lingkungan balap motor. Ayahnya, Sudarmono, mantan pembalap nasional, menjadi mentor utama yang memperkenalkan Veda pada dunia balap sejak usia lima tahun dengan mengendarai mini moto. Pada usia delapan tahun, Veda berpartisipasi di Kejuaraan Nasional Motocross 50cc, kemudian melanjutkan ke ajang aspal melalui Kejuaraan Nasional Motoprix.

Dominasi di Tingkat Nasional hingga Asia

Tahun 2019 menandai titik balik ketika Veda lolos seleksi Astra Honda Racing School. Di bawah program tersebut, ia menguasai ajang One Prix Championship dan Honda Dream Cup. Kesuksesan terbesar di level benua tercapai pada musim 2023 ketika ia mendominasi Asia Talent Cup dengan sembilan kemenangan dari dua belas balapan, mengukuhkan diri sebagai juara umum dengan selisih poin yang lebar.

Menembus Panggung Eropa dan Sejarah Moto3

Keberhasilan di Asia membuka pintu bagi Veda untuk berkompetisi di Eropa. Pada tahun 2024, ia terpilih sebagai pembalap reguler di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ajang yang menjadi batu loncatan utama calon pembalap MotoGP. Puncak prestasinya datang di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Brasil, di mana ia menyalip lawan secara agresif hingga mengunci posisi ketiga, menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang naik podium di Moto3.

Rintangan di Amerika Serikat dan Perjuangan Saat Ini

Di seri Amerika Serikat, Veda mengalami insiden high side pada lap keempat di Circuit of the Americas, yang mengakibatkan kegagalan finis. Meski demikian, ia tetap berada di posisi ketujuh klasemen sementara Moto3 dengan perolehan 27 poin, menunjukkan konsistensi di level global.

Dengan mental juara yang terbentuk sejak kecil, Veda diperkirakan akan kembali mengukir prestasi di sisa musim Eropa, terus mengibarkan bendera Merah Putih di podium dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *