Project Seru Penuh Kejutan

John Herdman Bandingkan Ramadhan Sananta dengan Olivier Giroud, Ungkap Peran Krusial Sang Striker di Timnas Indonesia

March 31, 2026 • 0 Views
John Herdman Bandingkan Ramadhan Sananta dengan Olivier Giroud, Ungkap Peran Krusial Sang Striker di Timnas Indonesia
John Herdman Bandingkan Ramadhan Sananta dengan Olivier Giroud, Ungkap Peran Krusial Sang Striker di Timnas Indonesia

PSPK – 31 Maret 2026 | John Herdman, pelatih Tim Nasional Indonesia, kembali menegaskan pentingnya peran striker yang tidak selalu terukur lewat jumlah gol. Pada jeda persiapan menjelang final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria, ia membandingkan pemain depan Garuda, Ramadhan Sananta, dengan Olivier Giroud, penyerang Prancis yang terkenal karena kontribusi tak terlihat namun bernilai tinggi.

Perbandingan dengan Olivier Giroud

Giroud, yang pernah tampil di Piala Dunia 2018 tanpa mencetak gol, tetap mendapat pujian karena kerja kerasnya dalam menahan bola, membuka ruang, dan menekan pertahanan lawan. Herdman menegaskan bahwa model permainan seperti itu sangat relevan bagi Sananta. “Jika Anda melihat Olivier Giroud, ia tidak mencetak gol di turnamen terbesar, tetapi tidak ada yang mengkritik karena ia bekerja untuk tim,” ujar pelatih asal Kanada itu.

Kinerja Sananta di FIFA Series 2026

Di semifinal melawan Saint Kitts and Nevis, Timnas Indonesia menang telak 4-0. Meskipun Sananta bermain selama 72 menit tanpa mencetak gol, ia menjadi titik fokus serangan berkat pergerakan tanpa bola yang cerdas. Ia sering turun ke lini tengah, menarik bek lawan, dan menciptakan celah bagi rekan satu tim seperti Ole Romeny, Ragnar, serta Beckham Putra. Kedua gol kedua dan ketiga tim berasal dari serangan yang dimulai dari posisi yang dibuka Sananta.

Kontribusi Non‑Gol yang Krusial

Herdman menekankan tiga aspek utama yang membuat Sananta mirip Giroud. Pertama, kemampuan menekan (pressing) di lini pertama, yang memaksa lawan melakukan kesalahan di daerah pertahanan. Kedua, kemampuan meregangkan formasi pertahanan lawan dengan gerakan diagonal, sehingga ruang kosong muncul di antara bek tengah. Ketiga, peran defensif; Sananta tidak hanya menunggu peluang, melainkan membantu gelandang menghalau serangan balik lawan.

Statistik resmi mencatat Sananta mencatat dua assist dan lima kali menciptakan peluang kunci dalam pertandingan semifinal. Meskipun angka golnya tidak mencolok, nilai tambah yang diberikan kepada tim terbukti signifikan dalam konteks tim yang mengandalkan kerja kolektif.

Reaksi Suporter dan Media Sosial

Setelah kemenangan 4-0, Sananta menjadi sorotan keras di media sosial karena tidak mencetak gol. Beberapa komentar menyebutnya kurang produktif, padahal peran tak terlihatnya justru menjadi bahan bakar serangan Garuda. Herdman menanggapi dengan tegas, “Beberapa komentar tidak pantas. Kita harus punya standar yang lebih baik sebagai bangsa. Perannya adalah membuka ruang, menjadi lini pertama dalam pressing,” sambil menegaskan pentingnya menghargai kerja keras pemain.

Prospek di Final dan Turnamen Mendatang

Menjelang laga final melawan Bulgaria, Herdman menegaskan Sananta akan tetap menjadi bagian inti strategi. Dengan tekanan tinggi yang diharapkan dari tim Eropa, kemampuan Sananta dalam menahan bola, menekan, serta menciptakan ruang akan diuji kembali. Jika Sananta dapat meniru peran Giroud, Indonesia berpotensi mengganggu pertahanan Bulgaria meski tidak selalu mencetak gol.

Di level klub, Sananta bermain untuk DPMM FC di Liga Malaysia, mencatat empat gol dan dua assist musim ini. Pengalaman bermain di kompetisi asing menambah kedewasaan taktisnya, yang kini dapat diintegrasikan ke dalam skema nasional.

Kesimpulan

Perbandingan antara Ramadhan Sananta dan Olivier Giroud bukan sekadar analogi semata, melainkan refleksi nyata tentang evolusi peran striker modern. Di era di mana data statistik sering menjadi tolok ukur utama, Herdman mengingatkan bahwa kontribusi non‑gol seperti membuka ruang, menekan, dan membantu pertahanan tetap menjadi faktor penentu kemenangan. Jika suporter dapat memahami dan mendukung peran ini, Timnas Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk mengukir prestasi di panggung internasional, termasuk melawan tim kuat seperti Bulgaria di final FIFA Series 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *