PSPK – 11 Maret 2026 | Trio produser dan penulis lagu Laleilmanino kembali dipercaya menggarap soundtrack film anak terbaru, Na Willa, yang disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduksi oleh Visinema Pictures. Pada konferensi pers yang diadakan di Epicentrum XXI pada 10 Maret 2026, anggota trio – Arya Aditya Ramadhya (Lale), Ilman Ibrahim, dan Anindyo Baskoro (Nino) – menjelaskan proses kreatif di balik lagu berjudul “Sikilku Iso Muni”.
Lagu tersebut terinspirasi dari adegan kunci film di mana karakter Dul, diperankan oleh aktor cilik Azamy Syauqi, pertama kali terlihat menggunakan kaki palsu. Frasa “Sikilku Iso Muni” menjadi benang merah naratif, sehingga tim memutuskan mengangkatnya menjadi tema musikal yang mengiringi perkembangan karakter.
Untuk menyesuaikan atmosfer cerita, Laleilmanino mengusung nuansa vintage era 1960-an. Mereka mencampur elemen ragtime dengan sentuhan jazz, menciptakan suasana klasik yang selaras dengan visual film. “Kami ingin mood‑nya terasa seperti zaman dulu, klasik tahun 60‑an, dengan genre ragtime dan sedikit jazz,” ungkap Nino.
Proses produksi lagu berjalan cepat. Versi pertama selesai dalam hitungan jam, namun setelah menerima masukan dari tim produksi, mereka melakukan revisi hingga mencapai versi final dalam sekitar satu minggu.
Sebelumnya, trio ini sukses dengan lagu “Selalu Ada di Nadimu” untuk film Jumbo (2025), yang meraih Anugerah Musik Indonesia 2025 untuk kategori Karya Produksi Original Soundtrack Terbaik. Meski mengingat pencapaian tersebut, mereka menegaskan tidak menaruh ekspektasi berlebihan pada “Sikilku Iso Muni”, melainkan berharap karya tersebut dapat memberi dampak positif bagi penonton dan industri musik Indonesia.
Dengan pendekatan musik yang menggabungkan nostalgia dan kepekaan cerita, Laleilmanino berharap soundtrack ini tidak hanya melengkapi visual Na Willa, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengalaman menonton anak‑anak Indonesia.












