PSPK – 12 Maret 2026 | Jakarta, 11 Maret 2026 – PSM Makassar mengumumkan penunjukan mantan asisten pelatih Tim Nasional Indonesia U‑23 sebagai Direktur Teknik (Dirtek) baru klub. Keputusan ini datang bersamaan dengan spekulasi mengenai masa depan pelatih asal Republik Ceska, Tomas Trucha, yang belakangan ini tampak berada di ambang pemecatan setelah serangkaian hasil kurang memuaskan.
Profil Dirtek Baru: Dari Timnas U‑23 ke PSM Makassar
Pengangkatan Rizky Hidayat (nama samaran, eks asisten pelatih Timnas U‑23) menjadi Dirtek menandai langkah strategis PSM Makassar dalam mengoptimalkan struktur teknis klub. Selama masa baktinya di Timnas U‑23, Rizky dikenal sebagai otak taktis yang membantu menyiapkan skuad muda untuk kualifikasi AFC U‑23 Championship 2026. Keahliannya dalam mengidentifikasi talenta muda dan mengintegrasikan sistem permainan modern diyakini akan memperkuat program pembinaan PSM, terutama menjelang era BRI Super League 2025/2026 yang mengizinkan maksimal 11 pemain asing.
Tomas Trucha: Antara Janji dan Realita
Pelatih PSM Makassar, Tomas Trucha, baru-baru ini memberikan wawancara eksklusif kepada Bola.com pada 23 Februari 2026. Dalam sesi tersebut, Trucha menyoroti potensi pemain lokal PSM, menyebut nama-nama seperti Victor Dethan, Mufli Hidayat, Dzaky Asraf, Kaka Amrullah, serta kiper Poetro Negoro dan Ardiansyah sebagai kandidat kuat untuk Timnas Indonesia U‑20 atau U‑23. Ia menambahkan, “Ada banyak pemain muda berbakat, jadi saya percaya mereka bisa bermain untuk Timnas Indonesia U‑20 atau U‑23.”
Namun, realita di lapangan tidak sepenuhnya sejalan. Hanya satu pemain PSM, Victor Dethan, yang masuk dalam skuad sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026. Sementara nama lain yang disebut Trucha belum mendapat panggilan resmi, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas rekomendasi pelatih.
Tekanan Hasil dan Aturan Asing
PSM Makassar memulai BRI Super League 2025/2026 dengan performa yang berfluktuasi. Pada pekan pertama, Victor Dethan mencatatkan penampilan impresif melawan Persijap Jepara, namun tim secara keseluruhan masih kesulitan menembus posisi teratas. Aturan baru yang memperbolehkan hingga 11 pemain asing menambah tantangan bagi pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain yang cukup.
Trucha mengakui bahwa “opsi pemain lokal memang tidak banyak” mengingat kompetisi yang semakin kompetitif. Ia menambahkan bahwa pemain seperti Arfan dan Akbar Tanjung “layak mendapatkan kesempatan”, namun belum ada bukti konkret bahwa mereka dipanggil oleh Timnas senior.
Nasib Trucha yang Menggantung
Sejumlah pihak menilai bahwa Trucha berada di persimpangan jalan. Kritik muncul dari pengamat sepak bola yang menilai taktik tim masih terlalu bergantung pada formasi tradisional, sementara lawan-lawan di liga mengadopsi pendekatan 3‑bek yang lebih dinamis. Selain itu, John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, belum mengkonfirmasi apakah Trucha akan tetap memimpin PSM di sisa musim.
Jika PSM tidak menunjukkan perbaikan signifikan dalam 10 pertandingan ke depan, rumor pemecatan Trucha akan semakin menguat. Sebaliknya, keberhasilan dalam memanfaatkan pemain muda dan menyesuaikan taktik dengan regulasi asing dapat memperpanjang kontraknya hingga akhir musim 2026/2027.
Langkah Strategis PSM ke Depan
- Memperkuat kolaborasi antara Dirtek baru dan staf pelatih untuk mengintegrasikan data analitik pemain muda.
- Memberikan menit bermain yang lebih banyak kepada pemain lokal potensial, terutama menjelang pemusatan latihan Timnas.
- Mengoptimalkan penggunaan pemain asing sesuai regulasi untuk menambah kualitas lini tengah dan serangan.
- Menyiapkan rencana kontinjensi jika Trucha tidak melanjutkan kepemimpinannya, termasuk pencarian pelatih dengan filosofi permainan modern.
Dengan kombinasi kebijakan teknis baru dan tekanan performa, PSM Makassar berada di persimpangan penting dalam sejarah klub. Keputusan selanjutnya akan menentukan tidak hanya nasib Tomas Trucha, tetapi juga arah pengembangan pemain muda Indonesia dalam konteks kompetisi domestik dan internasional.
Penggemar dan pemangku kepentingan menantikan hasil keputusan manajemen PSM dalam beberapa minggu ke depan, berharap bahwa langkah-langkah strategis ini dapat mengembalikan kejayaan klub sekaligus memberi peluang lebih luas bagi talenta lokal untuk mengukir prestasi di panggung Timnas.












