PSPK – 23 Maret 2026 | Jakarta, 22 Maret 2026 – Produsen otomotif asal Tiongkok, Chery, resmi membuka tahap blind order untuk model SUV premium terbarunya, Exeed EX7. Langkah strategis ini menandai masuknya kendaraan listrik kelas menengah‑atas dengan teknologi pengereman yang belum pernah diproduksi massal sebelumnya, yaitu sistem electronic‑mechanical braking (EMB) berbasis standar penerbangan.
Blind order: cara baru mengukur minat pasar
Blind order memungkinkan konsumen di seluruh dunia memesan EX7 dengan menyetor deposit sebesar 999 yuan (sekitar Rp2,5 juta). Deposit tersebut dapat dikonversi menjadi potongan harga hingga 2.999 yuan (Rp7,3 juta) saat pembelian resmi. Skema serupa biasa dipakai produsen mobil untuk menguji respons pasar sebelum menetapkan harga final. Dengan strategi ini, Chery menunjukkan kepercayaan diri tinggi terhadap daya tarik EX7 di segmen SUV listrik premium.
Desain dan dimensi yang mengusung kelas premium
EX7 dirancang sebagai SUV lima penumpang dengan dimensi besar, termasuk jarak sumbu roda mencapai 3.000 mm. Desain eksterior menampilkan garis tajam dan aerodinamis, sementara interior menawarkan ruang luas, material berkelas, serta sistem infotainment terkini. Kendaraan ini dibangun di atas platform Exlantix ET, platform listrik yang telah dipatenkan oleh Chery untuk mendukung fleksibilitas powertrain.
Teknologi rem electronic‑mechanical braking (EMB)
Fitur paling menonjol dari EX7 adalah sistem rem electronic‑mechanical braking (EMB) yang menghilangkan komponen hidrolik tradisional. Setiap roda dilengkapi dengan aktuator elektrik yang menerima sinyal langsung dari pedal rem, sehingga proses pengereman menjadi lebih cepat dan presisi. Menurut tim teknik Chery, respons rem dapat tercapai dalam hitungan milidetik, mirip dengan sistem rem pada pesawat terbang (aviation‑grade).
Keunggulan lain dari EMB adalah peningkatan efisiensi regenerative braking. Tanpa cairan hidrolik, energi yang dihasilkan saat pengereman dapat lebih optimal disalurkan kembali ke baterai, memperpanjang jarak tempuh kendaraan listrik. Selain itu, pengurangan komponen mekanis menurunkan berat kendaraan dan biaya perawatan jangka panjang.
Varian powertrain: EREV vs BEV
- Range‑Extender (EREV): Menggabungkan mesin bensin 1.5 L turbocharged dengan baterai berkapasitas sekitar 39 kWh. Kendaraan ini dapat menempuh jarak tempuh listrik murni hingga 203 km sebelum mesin pembantu beroperasi.
- Battery Electric Vehicle (BEV): Ditenagai baterai berkapasitas 97,6 kWh, memberikan jarak tempuh antara 682 km hingga 726 km berdasarkan standar NEDC. Versi AWD menampilkan dua motor listrik (depan dan belakang) dengan total output 353 kW, menghasilkan akselerasi yang kompetitif di kelas SUV listrik premium.
Roadmap baterai solid‑state
Chery tidak berhenti pada teknologi baterai konvensional. Dalam jangka menengah, perusahaan merencanakan pengembangan baterai solid‑state yang menjanjikan densitas energi lebih tinggi, waktu pengisian lebih cepat, serta keamanan yang lebih baik. Implementasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan jarak tempuh dan mengurangi berat baterai pada generasi berikutnya.
Strategi penjualan dan pasar global
Pembukaan blind order EX7 dilaksanakan secara global, dengan fokus awal pada pasar China menjelang peluncuran resmi pertengahan April 2026. Namun, Chery telah menyiapkan jaringan distribusi di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara, mengantisipasi permintaan tinggi pada segmen SUV listrik premium. Harga resmi belum diumumkan, namun skema deposit dan potongan harga memberikan gambaran bahwa EX7 akan bersaing ketat dengan model serupa dari merek-merek seperti Tesla, BYD, dan Volkswagen.
Dengan mengusung teknologi rem EMB yang belum diproduksi massal, serta pilihan powertrain fleksibel, EX7 berpotensi menjadi game‑changer di pasar SUV listrik. Keberhasilan strategi blind order akan menjadi indikator penting bagi Chery dalam memperluas pangsa pasar globalnya dan mengukuhkan reputasi sebagai inovator otomotif.
Kesimpulannya, Chery EX7 tidak hanya menawarkan performa listrik yang mumpuni, melainkan juga memperkenalkan revolusi dalam sistem pengereman otomotif. Jika respons pasar tetap positif, EX7 dapat membuka jalan bagi adopsi lebih luas teknologi EMB di kendaraan komersial, sekaligus menegaskan posisi Chery sebagai pemain utama dalam era mobilitas listrik.












