Project Seru Penuh Kejutan

Netflix Siap Beli Studio AI Ben Affleck Senilai Rp9,6 Triliun, Revolusi Produksi Film dengan Kecerdasan Buatan

March 13, 2026 • 0 Views
Netflix Siap Beli Studio AI Ben Affleck Senilai Rp9,6 Triliun, Revolusi Produksi Film dengan Kecerdasan Buatan
Netflix Siap Beli Studio AI Ben Affleck Senilai Rp9,6 Triliun, Revolusi Produksi Film dengan Kecerdasan Buatan

PSPK – 13 Maret 2026 | Jakarta, 12 Maret 2026 – Raksasa layanan streaming Netflix mengumumkan rencana akuisisi startup berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama InterPositive, yang didirikan oleh aktor sekaligus pembuat film Hollywood Ben Affleck. Nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp9,6 triliun (sekitar US$600 juta), menandai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat teknologi produksi film di era digital.

Detail Akuisisi dan Struktur Kesepakatan

Pada 5 Maret 2026, Netflix secara resmi menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan InterPositive. Seluruh tim yang berjumlah 16 orang, terdiri dari insinyur, peneliti, dan kreator, akan bergabung ke dalam ekosistem Netflix. Ben Affleck sendiri akan menjabat sebagai penasihat senior bidang teknologi film AI, memberikan arahan strategis terkait pengembangan alat produksi berbasis AI.

Walaupun nilai total akuisisi tidak diungkapkan secara lengkap, laporan Bloomberg menyebutkan bahwa pihak InterPositive dapat menerima hingga US$600 juta setelah memenuhi target kinerja tertentu. Uang muka yang dibayarkan Netflix diperkirakan lebih kecil dari nilai total tersebut, namun rincian keuangan tetap dirahasiakan.

Teknologi InterPositive: Dari Dailies ke Pasca‑produksi Cerdas

InterPositive mengembangkan model AI yang dilatih dari rekaman harian produksi (dailies) sebuah film. Model tersebut mampu membantu proses pasca‑produksi seperti mixing suara, pewarnaan gambar, pencahayaan ulang, hingga penambahan efek visual. Dengan demikian, proses teknis yang biasanya memakan waktu dapat dipercepat, memungkinkan pembuat film fokus pada aspek kreatif.

Affleck menekankan bahwa teknologi ini tidak dirancang untuk menghasilkan film secara otomatis dari nol, melainkan sebagai alat bantu yang memperkuat keputusan kreatif. “AI biasanya dipahami sebagai membuat sesuatu dari nol: saya mengetik sesuatu di komputer lalu komputer membuat film. Itu bukan yang kami lakukan,” ujarnya dalam sebuah wawancara yang dikutip oleh Variety.

Strategi Netflix Pasca Gagal Akuisisi Warner Bros. Discovery

Langkah akuisisi InterPositive muncul setelah Netflix memutuskan mundur dari upaya membeli Warner Bros. Discovery (WBD). Keputusan itu diambil setelah Paramount Pictures dan Skydance Media meningkatkan tawaran menjadi US$31 per saham, menjadikan mereka tawaran pemenang. Ted Sarandos, co‑CEO Netflix, menjelaskan bahwa fokus kini beralih ke inovasi teknologi produksi untuk mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas konten.

Investasi tahunan Netflix dalam produksi konten diperkirakan mencapai US$17 miliar (sekitar Rp289,3 triliun). Dalam konteks ini, integrasi AI dianggap sebagai langkah efisiensi yang signifikan, meski tetap mengedepankan nilai cerita yang kuat.

Reaksi Pihak Internal dan Industri

Bela Bajaria, Chief Content Officer Netflix, menegaskan bahwa teknologi InterPositive akan memberikan kontrol lebih besar kepada kreator dalam proses produksi. “Hubungan kami dengan para seniman selalu didasarkan pada kepercayaan: mendukung seluruh kreativitas mereka dan memastikan mereka memiliki kendali atas bagaimana film dan serial dibuat,” katanya.

Elizabeth Stone, Chief Product and Technology Officer Netflix, menambahkan bahwa AI generatif saat ini umumnya tidak dirancang dari perspektif pembuat film, sehingga InterPositive menawarkan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan alur kerja produksi tradisional.

Di sisi lain, riset pasar menunjukkan bahwa penonton masih lebih menyukai karya yang ditulis manusia, meskipun AI dapat meningkatkan visual dan efek dengan lebih efisien. Oleh karena itu, Netflix menegaskan bahwa AI akan menjadi alat bantu, bukan pengganti penulis atau sutradara.

Implikasi bagi Industri Hiburan

Keputusan Netflix ini menandai perubahan paradigma dalam industri hiburan, di mana teknologi AI semakin diintegrasikan ke dalam proses kreatif. Kompetisi tidak hanya datang dari studio tradisional, melainkan juga dari kreator di platform seperti YouTube dan TikTok yang mulai mengadopsi AI dalam produksi konten.

Disney, misalnya, baru-baru ini mengizinkan OpenAI menggunakan karakter-franchise mereka untuk generator video AI, menandakan penerimaan yang lebih luas terhadap teknologi serupa di kalangan pemain besar.

Dengan akuisisi InterPositive, Netflix berharap dapat memperkuat posisi kompetitifnya, menyediakan alat produksi canggih kepada mitra kreatif, dan meningkatkan pengalaman menonton pelanggan hingga 10 persen lebih memuaskan, menurut pernyataan internal perusahaan.

Secara keseluruhan, langkah ini menegaskan komitmen Netflix untuk tetap berada di garis depan inovasi teknologi dalam industri film, sambil menjaga inti cerita sebagai pusat perhatian. Integrasi AI diharapkan tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga membuka peluang kreatif baru bagi pembuat film di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *