PSPK – 09 Maret 2026 | Pierre Kalulu, bek sayap kanan berusia 23 tahun asal Belgia-Kongo, kembali menjadi sorotan dunia sepak bola setelah penampilannya yang konsisten bersama Juventus dan rumor transfer yang menghubungkannya dengan dua raksasa Liga Inggris, Liverpool dan Manchester United. Sejak debutnya pada musim 2022/2023, Kalulu telah menunjukkan kemampuan defensif yang agresif, kecepatan tinggi, serta fleksibilitas untuk beroperasi sebagai bek tengah maupun bek sayap kanan, menjadikannya aset berharga bagi pelatih Massimiliano Allegri.
Kalulu memulai kariernya di akademi Anderlecht, tempat ia mengasah teknik dan taktik sebelum bergabung dengan Juventus pada musim panas 2021. Pada musim pertamanya, ia masih menjadi pilihan cadangan, namun pada musim berikutnya ia berhasil menembus lini belakang Juventus dan mencatatkan penampilan stabil dalam Serie A. Pada pertandingan melawan Pisa pada bulan Januari 2026, Kalulu mendapatkan rating tinggi dari media Italia, dipuji karena intersep krusial dan kontribusi serangan yang menghasilkan peluang bagi tim.
Kontroversi Wasit dan Ancaman
Pada 8 Maret 2026, dalam laga sengit antara Inter Milan dan Juventus, Kalulu menjadi pusat perhatian setelah mendapat kartu merah langsung akibat pelanggaran yang dianggap serius oleh wasit Federico La Penna. Keputusan tersebut memicu kemarahan fans dan media, terutama karena banyak yang berpendapat bahwa pelanggaran tersebut lebih ringan dan seharusnya tidak berujung pada pengusiran. Sementara itu, pemain Inter Alessandro Bastoni diduga melakukan simulasi yang tidak ditindaklanjuti, menambah intensitas perdebatan.
Keputusan tersebut berujung pada serangkaian ancaman daring yang ditujukan kepada Kalulu dan keluarganya. Menurut laporan La Repubblica, beberapa komentar mengandung ancaman kematian, memaksa Kalulu melaporkan kasus tersebut ke kepolisian pos. Polisi menyarankan keluarga pemain untuk mengurangi aktivitas perjalanan demi keamanan.
Sejumlah otoritas sepak bola, termasuk La Gazzetta dello Sport, menyebutkan bahwa kemungkinan sanksi tambahan sedang dipertimbangkan. Otoritas arbitrase mengusulkan skorsing sementara selama dua hingga empat minggu, dengan opsi penempatan kembali pada pertandingan dengan profil media lebih rendah untuk meredam ketegangan.
- Skorsing 2–3 minggu: memungkinkan Kalulu kembali dalam fase akhir Serie A.
- Skorsing 4 minggu: mengurangi dampak pada jadwal Juventus di Liga Champions.
- Penempatan pada pertandingan dengan eksposur media minimal: sebagai upaya menenangkan situasi.
Insiden ini tidak hanya menyoroti tekanan mental yang dihadapi pemain profesional, tetapi juga menegaskan pentingnya kebijakan anti‑simulasi yang semakin ketat di level internasional.
Minat Transfer dari Premier League
Sementara kontroversi masih bergulir, nama Kalulu kembali muncul dalam pembicaraan transfer. Liverpool, yang tengah mencari pengganti untuk bek kanan mereka yang mengalami cedera, telah mengirim tim scouting ke Turin untuk menilai kemampuan Kalulu secara langsung. Manchester United pula dilaporkan menaruh mata pada pemain berusia muda dengan profil serba guna untuk memperkuat lini belakang mereka yang rentan.
Menurut beberapa analis transfer, nilai pasar Kalulu dapat melonjak menjadi €45‑50 juta jika ia tetap tampil konsisten dan menghindari skorsing lebih lama. Kedua klub Inggris diyakini siap menawar dengan tawaran yang mencakup opsi beli kembali serta klausul penjualan ke klub Serie A lain, menjaga Juventus tetap mendapatkan kompensasi yang adil.
Namun, keputusan final Juventus masih belum diumumkan secara resmi. Manajemen klub menegaskan bahwa mereka akan menilai kondisi fisik dan mental Kalulu terlebih dahulu, mengingat dampak psikologis yang mungkin timbul setelah insiden wasit.
Di luar lapangan, Kalulu tetap menjadi inspirasi bagi banyak pemuda Afrika yang bermimpi meniti karier di Eropa. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial di Turin, termasuk program mentoring bagi anak‑anak imigran, menunjukkan sisi kemanusiaan yang jarang disorot media olahraga.
Secara keseluruhan, perjalanan karier Pierre Kalulu mencerminkan kombinasi bakat, kerja keras, dan tantangan yang tidak terhindarkan dalam sepak bola modern. Jika ia mampu melewati badai kontroversi dan tetap fokus pada performa, peluang untuk melangkah ke Premier League atau menjadi pilar utama Juventus di musim mendatang semakin terbuka lebar.












