PSPK – 21 Mei 2026 | Minggu siang, 17 Mei 2026, suasana di Warung Fotkop dan Third Eye Space Studio terasa berbeda dari biasanya. Tidak ada hiruk-pikuk konser, tidak ada panggung besar dengan sorot lampu menyilaukan. Yang hadir justru kesunyian kecil yang terasa hangat dan personal. Lewat sesi eksklusif bertajuk Sebuah ‘Pengantar Candramawa’, Danilla Perkenalkan Album ‘Candramawa’ Lewat Sesi Dengar yang Intim dan Sunyi, sebelum resmi dirilis ke publik.
Sesi dengar itu dibuat terbatas hanya untuk 160 peserta dan dibagi ke dalam delapan sesi berbeda, masing-masing berdurasi sekitar 30 menit. Namun, yang membuat pengalaman tersebut terasa istimewa bukan hanya soal jumlah kursi yang dibatasi, melainkan cara Danilla membangun ruang untuk benar-benar mendengarkan musik. Para peserta duduk dalam ruangan tenang sambil mengenakan headphone dan mendengarkan delapan lagu penuh dari album Candramawa. Tidak ada tepuk tangan di tengah lagu. Tidak ada distraksi. Hanya musik, visual, aroma, dan suasana yang perlahan memenuhi ruangan.
Pengalaman Musikal yang Unik
Selama sesi berlangsung, peserta ditemani video mapping bernuansa monotone yang bergerak perlahan di dinding ruangan. Aroma khusus dari usual parfums turut memenuhi udara, sementara selimut hangat dari IKEA Indonesia diberikan kepada setiap peserta untuk digunakan selama sesi dan boleh dibawa pulang setelahnya. Seluruh elemen tersebut terasa dirancang untuk membuat pendengar tenggelam dalam dunia yang ingin dibangun Danilla lewat album barunya.
Pemilihan Warung Fotkop juga bukan tanpa alasan. Tempat itu dipilih karena karakter ruangannya yang compact dan intimate, sejalan dengan musik Danilla yang selama ini dikenal tenang, personal, dan reflektif. Dengan Danilla Perkenalkan Album ‘Candramawa’ Lewat Sesi Dengar yang Intim dan Sunyi, Danilla membawa pendengar ke dalam dunia yang lebih dalam dan personal.
Makna di Balik Nama ‘Candramawa’
Nama Candramawa sendiri memiliki makna yang sangat personal bagi Danilla. Kata tersebut berasal dari bahasa Sanskerta, gabungan dari candra yang berarti bulan dan māva yang berarti memancarkan cahaya. Menurut Danilla, nama itu terasa mampu mewakili proses batin yang ia alami selama menciptakan album tersebut.
“Setiap manusia memiliki beberapa sisi dalam dirinya, sisi yang murni dan sisi yang terbentuk oleh berbagai variabel kehidupan. Dalam diri saya, kedua sisi itu terus saling menopang hingga tiba di titik lelah dan gelisah. Dari sana, saya sampai pada fase keberserahan, bukan menyerah, tapi legowo. Dan entah mengapa, semua itu terasa terwakili oleh kata ‘Candramawa’,” Danilla.
Diproduseri bersama Lafa Pratomo dan Otta Tarega, album ini juga menghadirkan sejumlah musisi tamu seperti Bilal Indrajaya, hara, dan Sandrayati Fay. Seluruh proses rekaman dilakukan di Bantul pada 2024, menghadirkan nuansa tenang dan reflektif yang terasa kuat di sepanjang album.
Album Candramawa: Sebuah Pengalaman Musikal yang Tak Terlupakan
Selama sesi dengar berlangsung, suasana ruangan nyaris hening. Beberapa peserta terlihat memejamkan mata sejak lagu pertama diputar, sementara yang lain hanya diam menikmati visual dan atmosfer yang dibangun perlahan. Dengan Danilla Perkenalkan Album ‘Candramawa’ Lewat Sesi Dengar yang Intim dan Sunyi, Danilla membawa pendengar ke dalam pengalaman musikal yang tak terlupakan.
Album Candramawa dijadwalkan resmi tersedia di seluruh platform digital pada 5 Juni 2026 melalui Laguland. Namun sebelum dirilis luas, Danilla memilih memperkenalkannya lewat cara yang tenang dan personal, seperti seseorang yang perlahan membuka isi pikirannya kepada orang-orang terdekat. Dengan Danilla Perkenalkan Album ‘Candramawa’ Lewat Sesi Dengar yang Intim dan Sunyi, Danilla menawarkan pengalaman musikal yang unik dan penuh makna.












