PSPK – 25 April 2026 | Setelah menahan Arema FC 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada pekan ke-29 Super League 2025-2026, Persib Bandung resmi mengirimkan surat protes kepada operator liga. Surat tersebut menuntut peninjauan keputusan wasit dan penegakan disiplin yang lebih tegas, terutama terkait insiden di babak kedua yang menimbulkan kekecewaan di antara pendukung Maung Bandung.
Detail Laga dan Kekecewaan Tim
Pertandingan antara Persib dan Arema FC berakhir imbang tanpa gol, meski Persib mencatat penguasaan bola mencapai 65 persen dan melepaskan 12 tembakan ke arah gawang. Kiper Arema, Lucas Frigeri, menjadi sorotan utama dengan penampilan gemilang yang berhasil menahan semua usaha penyerang Persib. Bojan Hodak, pelatih Kroasia Persib, mengakui bahwa lini belakang lawan sangat disiplin dan strategi “parkir bus” berhasil menahan serangan mereka.
“Kami memiliki banyak peluang, 29 tembakan total, 12 di antaranya mengarah ke gawang, namun tidak ada yang berhasil mengubah skor,” ujar Hodak dalam konferensi pers pasca laga. Ia menambahkan bahwa kegagalan mencetak gol menimbulkan rasa frustrasi, namun tetap menekankan pentingnya fokus pada pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC.
Surat Protes Resmi dan Alasan Pengajuan
Surat protes yang dikirimkan oleh manajemen Persib menyoroti beberapa poin kritis: keputusan wasit yang dinilai bias, kurangnya klarifikasi atas pelanggaran yang terjadi pada menit ke-78, serta keinginan klub untuk memastikan bahwa regulasi kompetisi ditegakkan secara konsisten. Dalam surat tersebut, Persib menuliskan bahwa mereka “mengharapkan respons cepat” dari operator liga guna menghindari potensi ketegangan lebih lanjut di papan atas klasemen.
Pengajuan surat ini merupakan langkah pertama setelah dua hasil imbang beruntun, pertama melawan Dewa United (2-2) dan kini melawan Arema FC (0-0). Kedua hasil tersebut mengurangi keunggulan Persib atas pesaing terdekat, Borneo FC, yang kini hanya tiga poin di belakang.
Reaksi Bojan Hodak terhadap Situasi
Bojan Hodak menyatakan bahwa meski timnya berada di puncak klasemen, situasi menjadi “semakin rumit”. Ia menekankan pentingnya mentalitas positif dan kesiapan mental pemain menjelang laga berikutnya. “Kami akan fokus pada pertandingan selanjutnya. Kami tetap nomor satu, namun tantangan kini lebih berat,” kata Hodak.
Hodak juga memuji kiper Arema, Lucas Frigeri, yang dinilai layak menjadi pemain terbaik pada laga tersebut. Ia menambahkan bahwa pertahanan Persib perlu memperbaiki koordinasi, terutama di lini tengah di mana pemain seperti Thom Haye menghadapi tekanan kuat dari Singo Edan.
Dampak pada Klasemen dan Persaingan Musim Ini
Hasil imbang ini tidak mengubah posisi Persib di puncak klasemen, namun menimbulkan alarm bagi manajemen klub. Dengan hanya tiga poin pemisah dari Borneo FC dan tujuh poin dari Persija Jakarta, setiap poin menjadi krusial. Borneo FC dijadwalkan bertanding melawan Semen Padang pada Sabtu, 25 April 2026, yang berpotensi menutup jarak.
Selain itu, Persib harus menyiapkan strategi baru untuk mengatasi pertahanan rapat lawan. Bojan menegaskan bahwa tim harus meningkatkan efektivitas konversi peluang, mengingat 12 tembakan ke arah gawang belum menghasilkan gol.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
Persib Bandung berharap surat protesnya akan diproses secepatnya, sehingga semua pihak dapat melanjutkan kompetisi dengan adil. Sementara itu, fokus utama tim tetap pada persiapan melawan Bhayangkara FC, yang dijadwalkan pada pekan berikutnya. Dengan lima laga tersisa, Bojan menargetkan kemenangan di setiap pertandingan untuk mengamankan gelar juara.
Persib surat protes menandai sikap tegas klub dalam menuntut keadilan kompetitif, sekaligus menegaskan tekad untuk terus berjuang di puncak klasemen meski tekanan semakin meningkat.












