Project Seru Penuh Kejutan

Gian Piero Gasperini Hadapi Tekanan Internal, Perselisihan dengan Ranieri, dan Perjuangan Tiket Liga Champions

April 19, 2026 • 0 Views
Gian Piero Gasperini Hadapi Tekanan Internal, Perselisihan dengan Ranieri, dan Perjuangan Tiket Liga Champions
Gian Piero Gasperini Hadapi Tekanan Internal, Perselisihan dengan Ranieri, dan Perjuangan Tiket Liga Champions

PSPK – 19 April 2026 | Direktur Olahraga AS Roma, Frederic ‘Ricky’ Massara, membantah adanya tensi panas di dalam klub meski media melaporkan perselisihan antara pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri. Menjelang laga melawan Atalanta pada 19 April 2026, Massara menegaskan fokus utama tim adalah mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Latihan dan dinamika internal

Menurut keterangan yang disampaikan kepada DAZN, perbedaan pendapat antara Gasperini dan Ranieri bersifat “dialektika” yang wajar dalam organisasi sepak bola profesional. Diskusi harian tersebut, kata Massara, justru bertujuan memperbaiki taktik dan mental pemain agar mampu bersaing melawan tim papan atas Serie A.

Imbang 1-1 melawan Atalanta

Pertandingan di Stadio Olimpico berakhir imbang 1-1. Gol pertama dicetak Nikola Krstovic pada menit ke-13, sementara Mario Hermoso menyamakan kedudukan lewat tendangan voli menjelang akhir babak pertama. Setelah hasil tersebut, Gasperini menegaskan lima laga tersisa masih memberikan peluang untuk menembus zona empat besar.

“Kami masih memiliki lima pertandingan penting. Jika kami mengungguli Atalanta empat poin, itu menunjukkan kami berada di jalur yang benar,” ujar Gasperini dalam konferensi pasca‑pertandingan.

Tekanan dari suporter

Sejumlah suporter Roma mengekspresikan kekecewaan dengan cemoohan di tribun, menambah suhu ketegangan. Namun, Gasperini menolak memberikan komentar langsung mengenai isu pemecatan atau pilihan antara dirinya dan Ranieri, menekankan bahwa prioritas utama tetap pada hasil di lapangan.

Statistik dan catatan buruk

Hasil imbang melawan Atalanta menempatkan Roma pada 58 poin, menyamai Como dan tetap berada di belakang Juventus yang memimpin klasemen. Rekor buruk Roma melawan tim besar terus menambah beban, dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari tujuh laga melawan klub papan atas.

  • 26 kemenangan Serie A 2025/26.
  • Target akhir musim: finis di zona empat besar.
  • Masalah defensif: kebobolan lima gol melawan Inter Milan.

Pandangan masa depan

Media Italia memperkirakan bahwa hubungan antara Gasperini dan Ranieri akan terus diuji hingga akhir musim. Sementara itu, spekulasi mengenai kepindahan Gasperini ke tim nasional Italia atau klub lain mulai muncul, namun tidak ada konfirmasi resmi.

Massara menutup pernyataannya dengan catatan bahwa semua elemen klub tetap bersatu demi mencapai tujuan bersama, tanpa membiarkan rumor mengganggu konsentrasi pemain.

Dengan sisa lima pertandingan, AS Roma bertekad mengumpulkan poin maksimal untuk mengamankan tiket Liga Champions, sementara Gasperini berusaha menstabilkan performa tim dan memperbaiki hubungan internal sebelum musim berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *