PSPK – 16 April 2026 | Direktur Wregas Bhanuteja mengungkap tantangan terbesar yang dihadapi selama produksi film Para Perasuk, yaitu pengelolaan sekitar seribu orang figuran atau extras. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam seluruh kariernya hingga kini.
Sebelum syuting dimulai, Wregas bersama penulis skenario Siera melakukan riset mendalam tentang berbagai tradisi pesta kerasukan yang tersebar di Indonesia. Dari riset tersebut, Wregas sempat ingin merasakan langsung pengalaman kerasukan, namun Siera menolak demi menjaga kelancaran proses produksi.
Penggunaan ribuan extras menimbulkan berbagai kendala operasional, terutama pada adegan pesta sambetan yang memerlukan koordinasi massa secara detail. Wregas harus menyeimbangkan antara kebutuhan visual yang realistis dengan keterbatasan peralatan, khususnya jumlah kamera yang tersedia. Ia menjelaskan bahwa ada dilema antara menambah jumlah kamera atau mempertahankan jumlah extras yang besar.
Akhirnya, keputusan diambil untuk mempertahankan skala massa figuran dan mengurangi jumlah kamera, dengan harapan menciptakan suasana yang lebih hidup di layar. Kompromi ini berhasil menemukan titik tengah antara kebutuhan estetika dan teknis, sehingga penonton dapat merasakan intensitas adegan pesta sambetan secara lebih nyata.












