PSPK – 06 Maret 2026 | Upaya mengurangi sampah plastik sekali pakai semakin intensif dengan dukungan inovasi material yang dapat terurai secara alami. Di Tangerang, perusahaan Enviplast memperkenalkan kantong plastik berbahan dasar singkong yang menjanjikan alternatif lebih bersahabat bagi lingkungan.
Bioplastik ini diproduksi dari pati singkong yang diolah menjadi biopolimer. Prosesnya meliputi ekstraksi pati, fermentasi, dan pencetakan menjadi film tipis yang kemudian dipotong menjadi kantong kemasan. Karena bahan dasarnya berasal dari tanaman, kantong tersebut dapat terurai dalam hitungan minggu hingga bulan, berbeda dengan plastik konvensional yang membutuhkan ratusan tahun.
- Ramah lingkungan: terurai secara hayati tanpa meninggalkan residu berbahaya.
- Sumber terbarukan: menggunakan singkong, jagung, atau pati alami lainnya.
- Keamanan pangan: telah memperoleh sertifikasi halal untuk penggunaan dalam kemasan makanan dan minuman.
Enviplast mendapatkan penghargaan Green & Sustainability Innovation Recognition 2025 pada ajang Plastics & Rubber Indonesia 2025, yang menyoroti kontribusinya dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk industri kemasan. Penghargaan tersebut menegaskan pentingnya inovasi material dalam mengurangi beban limbah plastik di Indonesia.
Selain fokus pada pengembangan biopolimer, perusahaan juga meningkatkan standar kualitas melalui sertifikasi internasional, memastikan produk memenuhi regulasi keamanan dan kebersihan. Dengan strategi ini, Enviplast berharap dapat memperluas pasar domestik dan menembus ekspor, mendukung transisi nasional menuju ekonomi sirkular.
Para konsumen diajak untuk beralih ke kantong ramah lingkungan ini sebagai langkah sederhana namun berdampak signifikan. Jika adopsi produk bioplastik terus meningkat, potensi pengurangan emisi karbon dan pencemaran laut dapat terwujud secara nyata dalam beberapa tahun ke depan.












