PSPK – 13 April 2026 | Seri B voli Italia menjadi panggung aksi menegangkan pada pekan ini, dengan dua pertandingan utama yang menampilkan perubahan nasib signifikan bagi tim-tim papan atas. Di satu sisi, Cavallino yang sempat merajai papan klasemen selama enam laga beruntun harus menelan kekalahan tak terduga di kandang. Di sisi lain, Kerakoll menegaskan dominasinya dengan mengamankan kemenangan derby yang memastikan posisi pertama mereka dalam grup.
Cavallino Terpuruk di Rumah setelah Enam Kemenangan Beruntun
Pertandingan antara Cavallino dan Don Celso Pallavolo Fermo di Palasport berakhir dengan skor 2-3 (24-26, 25-12, 25-27, 25-12, 13-15). Setelah memulai seri dengan enam kemenangan beruntun, Cavallino harus menyerah pada serangan konsisten tim tamu dari Marche. Set pertama menunjukkan ketegangan, dengan Fermo unggul 21-24 sebelum Cavallino menyamakan kedudukan 24-24. Namun pada poin krusial, kegagalan dalam penerimaan mengakibatkan Fermo menutup set dengan 26-24.
Set kedua menjadi balasan cepat Cavallino, yang memanfaatkan layanan kuat Bellia untuk mencatat keunggulan 10-4 dan menutup set 25-12. Momentum berubah lagi pada set ketiga ketika Cavallino sempat memimpin 13-10, namun Fermo bangkit dan mengamankan set 27-25 setelah serangkaian rally intens. Set keempat kembali menjadi dominasi Cavallino dengan skor identik 25-12, memaksa pertandingan ke tie‑break.
Namun, dalam tie‑break yang berlangsung singkat, kegagalan teknis listrik memberikan kesempatan bagi Fermo untuk kembali mengendalikan permainan, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 15-13. Kekalahan ini memutuskan rentetan kemenangan Cavallino dan menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi pertahanan serta kemampuan mereka mengatasi tekanan di momen krusial.
Kerakoll Amankan Posisi Puncak dengan Kemenangan Derby
Derby antar tim dalam grup Serie B Italia menyuguhkan laga sengit antara Kerakoll Sassuolo dan Spezzanese. Dengan skor akhir 3-1 (25/18, 17/25, 25/27, 23/25), Kerakoll berhasil mempertahankan keunggulan mereka di klasemen. Pertandingan dimulai dengan set pertama yang dikuasai Kerakoll secara meyakinkan, mencetak 25 poin hanya dengan 18 balasan dari Spezzanese.
Set kedua menjadi balasan Spezzanese yang berhasil menutup set 25-17, namun Kerakoll kembali bangkit pada set ketiga. Meskipun Spezzanese sempat memperkecil selisih menjadi 18-21, Kerakoll mengatasi tekanan dan menutup set ke tiga dengan 27-25. Set keempat kembali menegaskan keunggulan Kerakoll, yang menutup pertandingan dengan 25-23, memastikan mereka tetap berada di puncak klasemen grup.
Statistik individu menunjukkan kontribusi signifikan dari pemain seperti Giuriati (4 poin) dan Andreoli (16 poin) untuk Kerakoll, serta penampilan solid dari penyerang Ferrari (10 poin). Bagi Spezzanese, Bertoli mencatat poin tertinggi dengan 21, namun upaya ofensif mereka tidak cukup untuk menandingi efisiensi layanan dan serangan Kerakoll.
Dampak dan Prospek Kedua Tim di Serie B
Kekalahan Cav Cavallino menandai titik balik yang dapat memengaruhi ambisi mereka untuk promosi ke Serie A. Tim kini harus memperbaiki kesalahan dalam penerimaan servis serta menambah kedalaman skuad untuk mengatasi kelelahan pada fase akhir pertandingan. Pelatih Dall’Olio diperkirakan akan melakukan rotasi pemain dan menekankan latihan pertahanan khusus menjelang laga berikutnya.
Kerakoll, sebaliknya, menunjukkan ketangguhan mental yang tinggi dalam situasi derby. Kemenangan ini tidak hanya memperkuat posisi mereka di puncak, tetapi juga memberi kepercayaan diri menjelang fase playoff. Dengan selisih poin yang cukup lebar, Kerakoll dapat fokus pada penyempurnaan taktik serangan serta menjaga konsistensi layanan, dua faktor kunci yang telah terbukti menentukan dalam beberapa set terakhir.
Secara keseluruhan, pekan ini menegaskan bahwa Serie B voli Italia masih sangat kompetitif. Satu tim dapat beralih dari dominasi ke kegagalan dalam hitungan hari, sementara tim lain dapat memanfaatkan momentum untuk mengamankan posisi teratas. Penggemar dapat menantikan sisa musim dengan pertarungan ketat untuk tempat promosi, serta kemungkinan kejutan dari tim‑tim yang masih berjuang menghindari degradasi.
Dengan jadwal pertandingan yang semakin padat, kedua tim harus memaksimalkan persiapan fisik dan taktik. Bagi Cavallino, tantangan berikutnya adalah memulihkan kepercayaan diri dan mengatasi kelemahan servis. Bagi Kerakoll, fokus utama adalah mempertahankan konsistensi dan menghindari complacency menjelang fase krusial musim.












