PSPK – 11 April 2026 | NASA melalui program Artemis II memperkenalkan pendekatan baru dalam eksplorasi Bulan dengan menekankan peran pengamatan visual langsung oleh astronot.
Alih‑alih mengandalkan sepenuhnya instrumen otomatis, empat anggota kru akan mengamati permukaan Bulan secara langsung selama fase melintas yang berlangsung beberapa jam. Pengamatan ini mencakup identifikasi kawah, pegunungan, dan cekungan luas serta pencatatan kondisi pencahayaan secara real‑time.
- Mata dapat menyesuaikan eksposur secara otomatis.
- Pengolahan pola visual terjadi dalam milidetik.
- Pengamatan langsung memberi perspektif tiga dimensi yang sulit diperoleh dari data satelit.
Selain observasi geologis, kru juga berkesempatan menyaksikan fenomena Earthrise—momen ketika Bumi muncul di cakrawala Bulan—yang pertama kali terekam pada era Apollo.
Misi ini tidak melibatkan pendaratan, melainkan mengelilingi Bulan untuk mengumpulkan data yang akan menjadi dasar bagi misi pendaratan selanjutnya. Kombinasi antara kemampuan alami manusia dan teknologi canggih dipandang sebagai kunci keberhasilan eksplorasi antariksa modern.
Hasil foto dan video yang diambil selama Artemis II dapat diakses publik melalui situs resmi NASA, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pemandangan luar angkasa sebagai wallpaper atau materi edukasi.












