PSPK – 05 April 2026 | Di tengah kelangkaan komponen memori global, Apple mengambil langkah agresif dengan membeli hampir seluruh stok mobile DRAM yang tersedia di pasar. Langkah ini dilakukan meski harga komponen berada pada level tertinggi, menunjukkan kesiapan perusahaan untuk menelan margin keuntungan demi mengamankan pasokan.
Informasi ini diungkap oleh WCCF Tech yang merujuk pada analis TF Securities, pakar chip Ming‑Chi Kuo, serta sumber industri di Korea Selatan. Menurut mereka, Apple tidak hanya berupaya memastikan produksi perangkat tetap berjalan, tetapi juga berusaha mengurangi ketersediaan komponen bagi para kompetitor.
Peningkatan permintaan chip memori dipicu oleh kebutuhan data center yang semakin besar serta pengembangan teknologi AI, sementara kapasitas produksi masih terbatas. Dengan dana yang melimpah, Apple mampu menyerap lonjakan harga tanpa harus menaikkan harga jual produk secara signifikan.
Dampak strategi ini mulai terlihat di sektor smartphone:
- Produsen chipset seperti MediaTek dan Qualcomm melaporkan penurunan produksi chip 4 nm sekitar 15‑20 juta unit, yang dapat menghambat pasokan ponsel menengah dan entry‑level secara global.
- Samsung menyesuaikan harga beberapa produk, termasuk tablet dan flagship smartphone dengan memori besar, sebagai respons terhadap tekanan pasokan.
- Apple diperkirakan akan memperluas pangsa pasar karena kompetitor kesulitan mendapatkan memori dengan harga kompetitif.
Apple sebelumnya mengakui bahwa keterbatasan chip memori dan kapasitas produksi 3 nm menjadi tantangan utama dalam rantai pasoknya. Namun, dengan kemampuan finansial yang kuat, perusahaan tampaknya memilih untuk menelan biaya tambahan secara langsung, sekaligus menempatkan dirinya pada posisi tawar yang lebih unggul dibandingkan para pesaing.












