Project Seru Penuh Kejutan

Robotaxi Baidu Apollo Go Mogok Akibat Dugaan Kerusakan Sistem di Wuhan

April 2, 2026 • 0 Views
Robotaxi Baidu Apollo Go Mogok Akibat Dugaan Kerusakan Sistem di Wuhan
Robotaxi Baidu Apollo Go Mogok Akibat Dugaan Kerusakan Sistem di Wuhan

PSPK – 02 April 2026 | Beijing – Pada Rabu, 1 April 2024, sejumlah robotaxi tanpa sopir milik Baidu mengalami kegagalan operasional di kota Wuhan, provinsi Hubei, yang membuat penumpang terjebak di jalan selama lebih dari setengah jam.

Polisi setempat menerima panggilan berulang pada Selasa malam mengenai mobil-mobil Apollo Go yang tiba‑tiba berhenti di tengah lalu lintas dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Menurut pernyataan resmi polisi, hasil penyelidikan awal menunjukkan penyebab utama adalah kerusakan pada sistem kendali kendaraan otomatis.

Pengguna media sosial kemudian mengunggah video yang menampilkan upaya mereka menghubungi layanan pelanggan melalui tablet yang terpasang di dalam kendaraan. Salah satu pengguna menulis, “Apollo Go, apakah Anda lumpuh?” sambil menampilkan percakapan yang tidak mendapatkan balasan.

Berikut rangkuman fakta utama yang terungkap:

  • Lokasi insiden: Wuhan, provinsi Hubei.
  • Jumlah kendaraan yang terdampak: belum diungkapkan secara resmi.
  • Durasi penumpang terperangkap: lebih dari 30 menit.
  • Layanan Apollo Go mulai beroperasi berbayar di Beijing sejak 2021 dan kini tersedia di beberapa kota besar China.

Baidu belum memberikan komentar resmi terhadap insiden ini. Perusahaan memang sedang memperluas jangkauan layanan dengan menjalin kerja sama penempatan kendaraan di platform ride‑hailing internasional seperti Lyft dan Uber.

Data operasional menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal keempat 2025, Apollo Go mencatat 3,4 juta perjalanan tanpa sopir, meningkat lebih dari 200 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Armada perusahaan di Wuhan tercatat lebih dari 500 unit robotaxi.

Parameter Kuartal IV 2025 Kuartal IV 2024
Jumlah perjalanan 3,4 juta ~1,1 juta
Armada di Wuhan >500 unit ≈400 unit

Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai keandalan sistem otomatisasi dalam skala komersial, terutama ketika kendaraan beroperasi di lingkungan perkotaan yang padat. Pengamat industri menilai bahwa meskipun pertumbuhan penggunaan robotaxi terus melaju, kesiapan infrastruktur dukungan teknis dan respons layanan pelanggan harus ditingkatkan untuk mengurangi risiko serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *