PSPK – 01 April 2026 | Ketika Timnas Argentina bersiap menyongsong Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Utara, sorotan tidak hanya tertuju pada bintang dunia Lionel Messi. Di lini belakang, nama Nahuel Molina semakin menonjol sebagai salah satu pilar utama yang diandalkan pelatih Lionel Scaloni. Penampilan impresifnya pada laga persahabatan melawan Zambia pada 1 April 2026 menegaskan posisi pentingnya dalam skuad Albiceleste.
Pertandingan uji coba di Estadio Alberto Jose Armando, Buenos Aires, berakhir dengan kemenangan telak 5-0 bagi Argentina. Selain gol-gol yang dicetak oleh Julian Alvarez, Nicolas Otamendi, dan Valentin Barco, penampilan defensif tim mendapat pujian, khususnya dari bek kanan Nahuel Molina. Ia tampil solid, membantu menahan serangan Zambia yang terbatas, dan berkontribusi dalam transisi cepat menuju serangan.
Peran Kunci dalam Formasi 4-3-3 Scaloni
Scaloni memilih formasi 4-3-3 yang mengandalkan kombinasi pengalaman dan kecepatan. Pada barisan belakang, ia menurunkan susunan yang pernah membawa Argentina meraih gelar juara dunia 2022: Nahuel Molina, Cristian Romero, Nicolas Otamendi, dan Nicolas Tagliafico. Susunan ini mencerminkan kepercayaan penuh pelatih terhadap kemampuan Molina dalam mengontrol sisi kanan lapangan, baik dalam tugas defensif maupun membantu serangan.
Molina dikenal dengan kecepatan, kemampuan crossing, dan ketangguhan dalam duel satu lawan satu. Pada laga melawan Zambia, ia berhasil menahan serangan balasan lawan dan memberikan umpan-umpan berbahaya kepada Alvarez dan Thiago Almada, yang kemudian berkontribusi pada serangan Argentina.
Statistik dan Pengaruh di Laga Persahabatan
- Jumlah tembakan ke gawang: 3 kali, dengan 1 peluang emas pada menit ke-34 yang hampir menjadi gol spektakuler.
- Umpan silang berhasil: 5 kali, dua di antaranya menghasilkan peluang tembakan ke gawang.
- Intersepsi dan tekel: 4 intersepsi penting, 3 tekel berhasil menghalangi serangan Zambia.
- Jarak tempuh rata-rata: 11,2 km per pemain, menandakan kontribusi aktif dalam serangan dan pertahanan.
Statistik tersebut menegaskan peran ganda Molina yang tidak hanya bertahan, tetapi juga membantu menciptakan peluang serangan. Keberhasilan Argentina mencetak lima gol dalam pertandingan ini tidak lepas dari kontribusi penuh lini belakang dalam mengalirkan bola cepat ke depan.
Kesiapan Mental dan Fisik Menuju Turnamen Besar
Menjelang Piala Dunia, kesiapan fisik menjadi faktor penting. Molina baru saja menyelesaikan masa rehabilitasi dari cedera otot ringan yang ia alami pada awal tahun 2026. Melalui program pemulihan yang ketat, ia berhasil kembali ke performa puncak, terbukti dari jam bermain penuh selama pertandingan persahabatan tersebut.
Dari segi mental, pemain berusia 27 tahun ini menunjukkan kepemimpinan di lapangan. Ia sering memberi arahan kepada rekan setim, mengorganisir posisi bertahan, dan berkoordinasi dengan kiper Emiliano Martínez untuk menutup ruang-ruang berbahaya. Hal ini menjadi nilai tambah bagi Scaloni yang menginginkan lini belakang yang terorganisir dan komunikatif.
Harapan dan Tantangan di Piala Dunia 2026
Argentina masuk ke Piala Dunia 2026 dengan harapan tinggi, terutama setelah menutup persiapan di kandang dengan kemenangan meyakinkan. Tantangan utama bagi Molina akan datang saat menghadapi tim-tim dengan serangan sayap cepat, seperti Algeria dan Austria, yang juga berada di Grup J.
Untuk mengatasi hal tersebut, Molina harus terus meningkatkan kemampuan dalam membaca permainan lawan, mempercepat transisi balik, dan menjaga konsistensi dalam memberikan umpan silang yang akurat. Jika berhasil, ia tidak hanya akan menjadi penopang pertahanan, tetapi juga sumber kreativitas yang dapat membuka ruang bagi Messi, Alvarez, dan Almada.
Secara keseluruhan, penampilan Nahuel Molina pada laga uji coba melawan Zambia menegaskan posisinya sebagai salah satu bek kanan terpenting dalam skuad Argentina. Dengan kombinasi kecepatan, teknik, dan kepemimpinan, ia siap menjadi bagian integral dalam upaya Argentina meraih gelar juara dunia kembali pada 2026.












